ALFI: Tol Layang Cikampek Belum Cukup Urai Kemacetan

23 / 12 / 2019 - in News

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengapreasiasi pemerintah yang telah merampungkan Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Elevated sepanjang 38 kilometer. Wadah para pelaku logistik ini berharap Tol Layang tersebut mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Diketahui, jalan Tol ini telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 12 Desember 2019 lalu dan mulai digunakan untuk kebutuhan mobilitas liburan Natal dan Tahun Baru 2019.

Kita apresiasi dengan selesainya Tol Layang Cikampek. Tapi kan dipertegas oleh pemerintah bahwa jalan Tol tersebut tidak diperkenankan dilewati angkutan logistik, jadi lebih kepada mobil penumpang.,” kata Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) dalam diskusi ‘Indonesian Outlook Transportation and Logistics in 2020’ di kampus Institut Transportasi & Logistik (ITL) Trisakti, Jakarta (17/12).

Sebagai informasi, Yukki Nugrahawan Hanafi turut menjadi pembicara di acara yang diadakan Indonesian Logistics Community (ILC) Chapter Akademisi tersebut. Didampingi pembicara lain seperti, Setijadi – Chairman Supply Chain Indonesia, Nofrisel mewakili Asosiasi Logistik Indonesia dan Riza Ananda-Vice President Business and Strategic Operation On-Trucks.

Apa pun itu meski belum maksimal, pasti akan mengurangi beban kepadatan jalan di bawah. Oleh karena itu, agar kepadatan di jalur bawah semakin terurai, ALFI mengusulkan penghapusahan pembatasan jam operasional truk dari 06.00 – 09.00 WIB yang kini masih berlaku,” ucapnya.

Menurut Yukki, kebijakan tersebut secara makro menghambat daya saing logistik nasional karena mempengaruhi lambatnya arus barang dari pelabuhan ke kawasan industri dan sebaliknya. Mengingat saat ini daya saing logistik Indonesia berdasarkan World Bank di tingkat ASEAN masih di peringkat lima atau di bawah Malaysia (4) dan Vietnam (3).

Teks: Abdul

Foto: Abdul



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix