Aptrindo Berharap Infrastruktur Jalan Dioptimalkan

26 / 01 / 2016 - in News

Harga bahan bakar minyak (BBM) memang telah diturunkan oleh Pemerintah Indonesia sejak Selasa (05/1) lalu, namun hal ini dianggap oleh Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) tidak terlalu berdampak signifikan bagi penurunan biaya logistik secara nasional.

Sebelumnya, harga solar subsidi yang sebelumnya dibanderol Rp 6.700/liter turun menjadi Rp 5.650/liter, sedangkan solar non-subsidi yang sebelumnya Rp 8.300/liter kini dijual Rp 8.050/liter.

Penurunan harga BBM khususnya jenis solar tersebut, menurut Kyatmaja Lookman selaku Wakil Ketua Umum Bidang Distribusi dan Logistik Aptrindo, belum sebanding jika dikaitkan dengan infrastruktur pendukung seperti akses jalan ke pelosok negeri ini.

“Idealnya pemerintah jangan menurunkan BBM lagi mengingat harga minyak dunia terus jatuh. Terpenting menurut kami adalah pembangunan infrastruktur jalan lebih dioptimalkan, yang akan berpengaruh pada sistem rantai pasok logistik yang selama ini biayanya masih terbilang tinggi,” urai Kyatmaja.

Turunnya harga BBM jenis solar yang berpengaruh pada cost distribusi barang ke seluruh pelosok Indonesia, menurut Kyatmaja, belum dapat menurunkan biaya logistik secara keseluruhan mengingat hanya memberi kontribusi penurunan sekitar 1,5 persen bagi para pelaku industri logistik di Indonesia. Sehingga harga jual komoditas pokok ke konsumen akhir otomatis belum bisa diturunkan.

Teks : Antonius S

Foto : Pebri



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix