Aptrindo Beri Catatan, ALI Dukung Tertibkan Overtonase

28 / 02 / 2017 - in Berita

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mendukung langkah pemerintah menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 134 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor di Jalan. Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan, Aptrindo mendukung langkah yang diambil Kemenhub. Meski begitu, Gemilang Tarigan mengatakan, agar terlaksana dengan baik ada beberapa catatan yang diberikan. Kemenhub perlu menerbitkan panduan tarif angkutan barang terlebih dahulu. Selain itu, standardisasi penetapan JBB/JBI serta sosialisasi ke pemilik barang atau Kadin perlu dilakukan.

Sementara itu, Aptrindo DPD Banten menyikapinya berbeda. “Kami keberatan dan tidak siap akan pemberlakuan PM 135/2015,” kata Syaiful Ketua Aptrindo DPD Banten. Karena itu, Aptrindo DPD Banten pun melakukan rapat koordinasi dengan semua pemangku kepentingan seperti Polda Banten, Dinas Perhubungan Banten, dan semua industri, Badan Usaha Pelabuhan, PT MMS Jasa Marga, asosiasi di pelabuhan, pemilik barang, serta otoritas pelabuhan.

TB Masduki, Aptrindo Banten mengatakan, sebagai penggerak kekuatan ekonomi nasional, pengusaha truk sudah jelas berkontribusi terhadap pembangunan dengan bertujuan tercapainya Sislognas. “Tentunya memang harus paham betul tentang kebijakan bukan menimbulkan kebingungan dan kegelisahan,” katanya.

Aptrindo DPD Jawa Timur menilai, sosialisasi yang dilakukan Ditjen Perhubungan Darat masih sangat minim. “Saya menilai sosialisasi Dirjen Perhubungan Darat sangat minim. Pabrik pengguna jasa angkut dan penyedia jasa angkut masih belum merata mengetahui hal ini. Saya tidak membayangkan hari pertama pemberlakuan ini akan terjadi kekacauan yang luar biasa jika ribuan truk yang melanggar akan diturunkan barangnya. Berarti Dishub harus siap crane, forklift ukuran 10 ton, gudang penampung barang yang berjumlah ribuan ton, tangki timbun untuk muatan cair yang beraneka jenis dan tidak bisa dicampur. Apabila pihak Dishub membiarkan barang cair ditumpahkan di jalan, barang kargo diserakkan di jalan itu adalah vandalisme yang dilegalkan. Saya sejujurnya tidak yakin penerapan ini akan berhasil karena saya menilai Kemenhub belum siap. Jika dipaksakan akan terjadi kekacauan yang sistematik. Bahkan pihak asuransi kargo pun belum disosialisasikan mengenai hal ini,” urai Yonathan Himawan Hendarto, Ketua Aptrindo DPD Jawa Timur.

Yonathan mengatakan, apabila aturan overtonase ini berjalan dengan ideal, otomatis semua pengusaha truk akan diuntungkan dari tarif angkut. “Saya menantikan era muat tonase ringan, tarif selangit,” katanya. Tetapi sayangnya, imbuh Yonathan, seperti ungkapan Mr. Market is always right, saat PM 134 Tahun 2015 dijalankan, sebetulnya pemerintah akan berperang dengan Mr. Market, antara lain inflasi, daya beli, consumer price index, producer price index, rating bond Indonesia, BI rate, dan kurs. Yonathan mencontohkan, muatan cair minyak saja ada beberapa jenis, olein, CPO, RBDPKO, HCNO, stearine. Muatan cair kimia ada HCI, H2SO4, soda as, bahan bakar. Belum lagi beragam jenis muatan padat. “Logika saya, masing-masing barang itu harus dibuatkan tandonnya sendiri-sendiri, gudang sendiri-sendiri. Masak minyak dicampur air, dicampur HCI? Kalau ada tiang pancang maka harus siap forklift 10 ton, crane ekstra berat buat besi-besi rol yang bisa 24 ton per rolnya,” kata Yonathan.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita mengatakan, sudah waktunya penegakan yang tegas untuk overload. “Pemerintah perlu tegas dan konsisten dalam menerapkan batasan overload yang selama ini implementasinya sangat lemah. Pemakaian jembatan timbang sebenarnya kurang efektif, pemeriksaan overload sebaiknya dilakukan di lokasi-lokasi kawasan industri sebelum truk keluar ke jalan atau sebelum memasuki pintu tol. Sanksi yang tegas untuk pelanggar overload harus diterapkan bukan saja kepada transporter tapi pemilik barang juga perlu diberikan sanksi. Kami harapkan Kemenhub kali ini bisa serius dan konsisten dalam menerapkan aturan overload,” kata Zaldy.

Teks: Ratna Hidayati

Foto : Giovanni V



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix