Aptrindo Jateng Harap Pemerintah Lebih Dekat ke Pengusaha Truk

15 / 06 / 2017 - in Berita

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah (Jateng) Chandra Budiwan menilai kondisi ekonomi Indonesia yang tidak kunjung membaik akan membawa dampak cukup serius, khususnya pada peningkatan jumlah kecelakaan truk seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

Menurut Chandra, memburuknya perekonomian memberikan tekanan tersendiri pada perusahaan truk. Di sisi lain, lanjutnya, pengusaha truk tidak kunjung dapat menaikkan ongkos muatan meski harga unit, spare parts dan ban terus meningkat. Menurutnya, selama ini kenaikan ongkos muatan hanya bisa terjadi ketika harga bahan bakar naik.

”Satu-satunya cara bertahan dan melakukan efisiensi di tengah himpitan kewajiban membayar cicilan kendaraan, kenaikan harga ban dan spare parts adalah memotong penghasilan sopir,” kata Chandra.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang tidak pernah berpihak pada pengusaha truk juga ikut memperparah kondisi dunia angkutan truk. Semakin seringnya larangan operasional truk di hari-hari libur nasional, kenaikan pajak pelat kuning dari 50% menjadi 80%, ketidakpastian pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan No.PM 134 tahun 2015 terkait over tonase dan over dimensi.

Chandra menyayangkan sikap pemerintah yang seolah-olah memposisikan pengusaha truk sebagai musuh yang senantiasa harus selalu dijaga jarak, dijadikan kambing hitam dan ditakut-takuti dengan berbagai peraturan.

”Seharusnya pemerintah bisa lebih menghargai keberadaan perusahaan angkutan truk yang menjadi salah satu pilar pembangunan nasional, dengan lebih mengayomi dan membimbing seperti layaknya orang tua terhadap anaknya,” ujar Chandra berharap.

Ia menambahkan, hampir semua pengusaha truk mengawali pekerjaannya dari trial and error serta secara tidak sengaja lama-lama menjadi besar tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang aturan, hukum dan manajerial. ”Jadi dunia usaha angkutan truk di Indonesia bisa dibilang seperti survival in the jungle saja,” katanya.

DPD Aptrindo Jateng berharap agar pemerintah dapat lebih intensif melakukan pembinaan dan pendekatan kepada para pengusaha angkutan truk. Kedekatan pemerintah dengan pengusaha truk, menurut Chandra, dapat menyelesaikan persoalan kesemrawutan di jalan raya. ”Tidak selalu pemerintah harus berpikir tentang efektifitas saja dan pengusaha harus berpikir tentang efisiensi saja,” tegasnya.

 

Teks: Citra
Editor: Antonius
Foto: Pebri



Related Articles

Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix