Axor Unggulkan Fitur Safety untuk Berkompetisi dengan Truk Jepang

12 / 07 / 2017 - in News, Products
Axor

Pertengahan Maret lalu, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDINA) selaku agen pemegang merek (APM) truk Mercedes-Benz di Tanah Air telah meluncurkan tipe terbaru heavy-duty trucks untuk segmen on-road, yaitu varian Axor yang didedikasikan untuk meladeni pasar Indonesia. Meski begitu, Mercedes-Benz Axor juga mulai meladeni customer di industri mining Indonesia.

Salah satu konsumen terloyal Mercedes-Benz dari PT Arief Nusa Raya (ANR) yang beroperasi di tambang batu bara di daerah Melak, Kalimantan Timur menuturkan ketertarikannya pada varian yang bakal dirakit di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Bogor tersebut. “Saya pakai pertama kali model Actros 3340 S untuk mining dan saat ini jumlahnya sekitar 35 unit. Sementara Axor 3340 S ekspektasi saya tahun ini sekitar 70 unit untuk dipakai di tambang Melak,” kata Achmad Arief Sardjono, Board of Directors ANR.

Pria yang akrab disapa Jhony ini pun mengakui bahwa saat pertama kali menggunakan Axor 3340 S juga sempat menemui kendala. “Mungkin saat itu masih perlu sedikit penyempurnaan di bagian trailer brake. Karena saat itu trailer brake masih jadi satu dengan footbrake. Waktu itu saya mohonkan kepada Mercedes-Benz Indonesia untuk bisa dibuatkan trailer brake tersendiri. Karena kalau di medan off-road, trailer brake itu mutlak dan tidak bisa ngikut dengan footbrake. Akhirnya tim flying doctors dari teman-teman di Mercedes-Benz Indonesia memberikan tambahan opsional trailer brake, dan hanya sebatas itu saja dan sampai saat ini belum ada penambahan lain,” urai Jhony.

Meski sempat menemui kendala di awal pemakaiannya, Jhony tak lantas mengurungkan niatnya menggunakan varian Axor dalam operasional pengangkutan di areal tambang. “Kalau untuk horsepower nya, Axor 3340 S kalau untuk mengangkut muatan 65-75 ton saya yakin mampu. Setelah saya melihat undercarriage lalu sasisnya, hampir bisa saya pastikan model ini bisa kita gunakan. Karena tetap faktor safety lebih kita utamakan, dan sampai hari ini muatan tertinggi kita sampai 75 ton tidak ada masalah,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Jhony, pihaknya sedang melakoni trial dengan model Axor 2528 C dan 3336 K untuk overburden (OB) di area tambang Muara Enim. “Sedangkan untuk di Kalimantan Barat mudah-mudahan dalam satu-dua bulan ke depan setelah proses administrasinya selesai, kami akan trial dengan 2528 C dan 3336 K,” pungkasnya.

Faktor keamanan atau safety memang mutlak dalam industri pengangkutan, baik di segmen off-road maupun on-road. Tak ayal jika MBDINA memosisikan Axor untuk menggaet pangsa pasar yang lebih luas lagi, untuk berkompetisi dengan pabrikan truk Jepang yang mendominasi pasar kendaraan komersial Indonesia.

Menurut General Manager, Planning and Life Cycle Management CV Daimler South East Asia, Maximilian Knorr, bersamaan dengan pertumbuhan truk heavy-duty di Indonesia yang ceruk pasarnya didominasi oleh produk-produk Eropa, Mercedes-Benz Actros yang sudah sangat terkenal dengan kecanggihannya termasuk fitur safety nya memang sudah banyak digunakan di sektor pertambangan.

“Sedangkan untuk kompetisi di pasar yang lebih besar, kami menghadirkan Mercedes-Benz Axor untuk lebih bersaing dan menjadi pemimpin pasar di antara merek-merek truk Eropa, dan untuk berkompetisi dengan brand Jepang yang sudah merajai pasar Indonesia,” kata Max.

Adapun fitur keamanan yang diunggulkan pada varian Axor mencakup ABS (anti-lock braking system) yang sudah tersedia sebagai kelengkapan standar di seluruh model, serta kabinnya didesain untuk kenyamanan berkendara secara maksimal. Selain itu, powertrain yang didesain dengan teknologi Jerman serta kekuatan sasisnya mampu menyuguhkan stabilitas dan durabilitas tinggi.

 

Editor: Antonius
Foto: Anton

 

 

 

 

 



Related Articles

Sponsors

TruckMagz Konstruksi Indonesia

TruckMagz Transport, Logistics & Maritime

GIIAS TruckMagz 2017