Begini Cara Selamat dari Aquaplaning

23 / 03 / 2020 - in Berita

Aquaplaning adalah suatu fenomena yg terjadi di jalan pada saat hujan, dimana roda terbungkus oleh air sehingga kendaraan kehilangan traksi terhadap jalan yang mengakibatkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan. Bagaimana cara menghadapi aquaplaning?, Kulgram (Kuliah Telegram) yang diadakan TruckMagz pada Hari Sabtu (21/3) menghadirkan Ahmad Wildan Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang membeberkan tips selamat dari aquaplaning.

KNKT pertama kali menangani kasus aquaplaning ini adalah ketika flyover Kretek baru saja diresmikan. “Tiga bulan pertama belasan kendaraan mengalami kecelakaan saat menuruni flyover dan 90% kejadian tersebut terjadi pada saat hujan. Ketika KNKT melakukan pengamatan di lokasi, terlihat bahwa flyover tidak dilengkapi dengan talang air, sehingga saat hujan yang turun meluncur dari atas flyover bukan cuma kendaraan melainkan juga air. Kami mengidentifikasi kendaraan tersebut mengalami kecelakaan akibat aquaplaning. Rekomendasi KNKT saat itu agar dibuat talang air pada jembatan agar air memiliki jalan tersendiri. Dan terbukti, setelah hal itu dikerjakan tidak pernah ada lagi kejadian kecelakaan kendaraan yang tergelincir dari atas,” jelas Ahmad Wildan Senior Investigator KNKT

Ada tiga jenis aquaplaning. Pertama yaitu dynamic aquaplaning yaitu fenomena jalan tergenang air yang saat dilalui kendaraan, air membungkus roda yang menyebabkan roda kehilangan traksinya. Fenomena ini sering terjadi di Indonesia.

Kedua adalah reverted rubber aquaplaning, yaitu fenomena roda yang terbungkus oleh uap air karena gesekan antara roda dengan aspal yang mengubah air hujan menjadi uap, uap air tersebut yang membungkus roda. Jenis ini lebih berbahaya. Hal ini biasanya terjadi pada pesawat atau mobil balap formula 1. Oleh sebab itu di bandara, standing water tidak boleh melebihi 3 mm, jika standing water menunjukkan angka diatas itu maka bandara tidak bisa digunakan karena resiko aquaplaning tinggi.

Ketiga, viscose aquaplaning yaitu fenomena terbungkusnya roda oleh salju atau lumpur sehingga kendaraan seperti berada diatas papan ski. Fenomena ini sering terjadi di negara yang memiliki salju. Namun resiko tersebut di Indonesia ada, seperti pada jalur Pemalang–Purbalingga maupun jalur Dieng dimana tebingnya sering longsor dengan membawa lumpur ke jalan raya. Lumpur meluncur diatas permukaan jalan dan berpotensi mengakibatkan fenomena viscose aquaplaning pada pengguna jalan diatasnya. Jika terkena fenomena ini maka semua kendaraan baik yang kecil maupun besar akan meluncur bebas tanpa kendali layaknya sebuah papan selancar diatas salju.

 

Dampak aquplaning ini akan semakin besar pada beberapa jenis kendaraan dengan kondisi :

1. Semakin tinggi kecepatannya, maka dampak aquaplaning semakin besar;

2. Semakin lebar tapak bannya, maka dampak aquaplaning juga akan semakin besar

3. Semakin rendah tekanan anginnya (under rate) maka dampak aquaplaning juga akan semakin besar

 

“Pada saat seorang pengemudi mengalami fenomena aquaplaning ini, hal yang harus diperhatikan adalah jangan mengerem. Biarkan kendaraan berjalan dan terus melambat secara normal, sambil terus berusaha memposisikan kemudi, pada saat roda memiliki traksi baru diarahkan dan direm. Kejadian mobil SUV Tahun 2018 yang mengalami aquaplaning di ruas jalan tol Solo Ngawi, menunjukkan pengemudi pada saat terkena dampak aquplaning menginjak rem dan menyebabkan mobil mengalami spin, berputar putar sampai ke empat ban terlepas dari peleknya sebelum akhirnya roll over ke bahu jalan dan menabrak pagar pengaman jalan sampai jebol,” kata Wildan.

“Saran kami pada saat hujan, pertama mengurangi kecepatan. Pada saat terlihat adanya genangan, waspada dan kurangi kecepatan. Jangan mengurangi kecepatan diatas genangan airnya tapi sebelumnya, Jika terkena aquaplaning usahakan tetap tenang dan perhatikan trik mengendalikan kendaraan diatas. Bagi pengelola jalan tol maupun non tol, lakukan audit jalan secara berkala khususnya yang terkait kerataan jalan (roughness) karena ketidakrataan jalan selain memberikan dampak ketidaknyamanan juga berpotensi sebagai penampung air. Lakukan inspeksi pada saat hujan dan identifikasi titik titik yang tergenang air dan selanjutnya lakukan mitigasi,” saran Wildan.

Diskusi dibuka dengan pertanyaan yang dilontarkan Arif Chandra dari PT Maxalmina mengenai kaitan jenis pattern ban untuk kondisi aquplaning. “Permukaan tapak ban jelas sangat berpengaruh, karena pattern ban kan fungsinya untuk membuang air. Sehingga ban dengan tapak yang mulus akan lebih mudah terkena dampak aquaplaning. Namun itu hanya berlaku untuk jenis dynamic, sedangkan viscose aquaplaning, apapun tapak ban tidak akan berpengaruh,” jawab Wildan.

Penanya kedua, Faisal Imanda dari PT Airmas Segara menanyakan pengaruh berat muatan yang dibawa terhadap kemungkinan terjadinya aquaplaning. “Pada saat terjadi aquaplaning, berat kendaraan sejauh ini tidak berkorelasi pada dampak aquaplaning, kecuali ada penelitian terhadap hal tersebut. Yang berdampak langsung adalah lebar tapak ban serta tekanan angin pada ban serta pattern ban,” jelas Wildan

Jenis permukaan jalan tidak berpengaruh terhadap fenomena aquplaning. Demkian juga masalah kelandaian, yang juga tidak berkorelasi, justru yang berkorelasi adalah kecepatan. “Mengenai jenis pattern ban, setiap pabrikan tentu sudah membuat riset tersendiri terkait efektivitas membuang air, saya tidak berani menyatakan jenis pattern tertentu, namun disini semakin tipis kembangnya maka akan semakin berpotensi terkena aquaplaning,”kata Wildan menjelaskan.

Bambang Widjanarko Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo ) Jateng dan DIY yang juga merupakan pakar ban bersertifikat internasional ini menambahkan bahwa ada kemungkinan ban dengan pola telapak rotasi satu arah lebih baik dalam menyibak genangan air keluar.

Ahmad Wildan juga mengulas mengenai teknologi anti-lock brake system (ABS) untuk mengatasi slip pada saat dilakukan pengereman agar tidak tergelincir. “Pda saat mengerem, roda terkunci sedangkan body kendaraan masih terkena gaya ke depan, sementara skid resistance aspal tidak selamanya sesuai standar. Oleh sebab itu teknologi ABS digunakan dengan system nge-lock dan release secara bergantian untuk menghindari slip. Pada kasus aquaplaning, masalahnya adalah roda kehilangan traksi atas aspal, jadi teknologi ABS tidak akan bekerja karena “seolah” roda sedang berada diatas permukaan air yang licin,” tegasnya.

Hendro dari PT Transforma Oto Prima dealer Mercedes-Benz berpendapata bahwa ban yang digunakan di jalan Indonesia kebanyakan menggunakan ban bias. “Padahal untuk ban radial cukup banyak membantu untuk mengurangi efek aquaplaning. Pertanyaannya dengan regulasi pemerintah mengapa menggunakan acuan ban bias?,” tanyanya.

“Memang ban radial punya daya cengkeram lebih baik daripada ban bias, tapi persoalan nya jika terjadi genangan air cukup tinggi, maka ban tidak mencengkeram, cuma berselancar diatas permukaan air,” jawab Bambang.

Rio Osvaldo dari PT KUT Tulungagung menanyakan mengenai pengaruh jalan aspal dan jalan cor terhadap terjadinya reverted aquaplaning. “Reverted rubber hampir tidak pernah terjadi di jalan raya, untuk moda jalan hanya pernah terjadi pada balap mobil formula 1. kejadian lainnya terjadi pada pesawat karena pada saat landing kecepatan pesawat bisa mencapai 300 km/jam, dan saat dilakukan pengereman terjadi gesekan antara roda dan aspal. Jika diantara keduanya terdapat air, maka kalor yang ditimbulkan dapat merubah air menjadi uap. Jadi disini permukaan jalan tidak ada korelasinya, yang berpengaruh adalah kecepatan dan ketinggian air,” jelas Wildan.

Diakhir diskusi, Wildan mengatakan dari ketiga jenis aquaplaning yang paling berbahaya adalah jenis viscose. “Karena semua teknologi kendaraan tidak akan bisa menolong jika sudah terkena fenomena ini. Dan umumnya kalau dynamic ada batasan jaraknya pengaruh aquaplaning ini, namun tidak untuk viscose, dia akan menjebak kendaraan sampai berhenti menabrak sesuatu atau masuk jurang. Itu sebabnya paling berbahaya,” katanya.

Teks : Sigit A

Foto : Gio

 



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix