Indonesia Truckers Club Talkbiz

Bisnis Aman Tanpa Monopoli dan Pungli

15 / 03 / 2017 - in Events, News
ITC Talkbiz

TruckMagz kembali memulai rangkaian roadshow Indonesia Truckers Club (ITC) Talkbiz yang menjadi agenda rutin dalam rangka menampung aspirasi para stakeholder terkait isu-isu terkini termasuk mensosialisasikan segala kebijakan pemerintah di bidang trucking di Tanah Air. Bincang bisnis antara regulator dan transporter bertajuk Bisnis Aman Tanpa Monopoli dan Pungli ini dihelat di Four Points-Sheraton Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/Mar).

Menurut Pemimpin Redaksi TruckMagz Ratna Hidayati, ITC Talkbiz tahun ini kembali dimulai dan diawali di Kota Medan. “Selanjutnya ITC Talkbiz akan hadir di beberapa kota besar seperti Surabaya, Balikpapan, Makassar, Bandung, dan Jakarta,” kata Ratna yang juga project leader ITC Talkbiz ini.

Bincang bisnis ini menghadirkan para narasumber kompeten sesuai tema Bisnis Aman Tanpa Monopoli dan Pungli. Yaitu Wahyu Bekti Anggoro selaku Investigator utama Pertama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Wakil Ketua Umum Bidang Logistik dan Multimoda Kadin Sumatera Utara (Sumut) Khairul Mahali, serta Hotman Sijabat selaku Kabid Lala Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Belawan.

Acara yang disponsori oleh Mobil Delvac by ExxonMobil dan Tata Motors ini menyoroti bagaimana bisnis yang aman dari segala macam praktik monopoli dan pungli, yang sejatinya sangat dibutuhkan dalam menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif di Tanah Air.

“Bisnis yang aman dari pungli dan monopoli adalah idaman semua pengusaha kita. Wilayah Sumatera Utara ini punya segalanya, mulai dari  sumber daya alam maupun sumber daya manusianya,” ungkap Khairul. Namun Khairul menyayangkan, jika selama ini yang terjadi selalu tak didukung oleh kebijakan pemerintah. “Dalam pembuatan kebijakan, pemerintah tak melibatkan pihak swasta. Sehingga pada saat pelaksanaannya tidak jelas semuanya,” tambahnya.

Sementara itu menurut Kabid Lala Kantor OP Belawan Hotman Sijabat, dalam pelaksanaan di lapangan pihaknya tidak serta-merta menghambat bisnis para pengusaha angkutan khususnya di pelabuhan. “Truk yang dibuat multifungsi atau menyalahi aturan tidak langsung kita tilang, tapi kita peringatkan sambil membenahi internal di pelabuhan. Seperti RFID yang sempat ditabrak oleh pengemudi truk. Kita lakukan pendekatan kepada pengusaha truk di pelabuhan agar truk yang dipakai sesuai dengan peruntukannya,” jelas Hotman.

 

Editor: Antonius
Foto: Anton



Related Articles

Sponsors

GIIAS Medan Auto Show