OtoBus

Busworld Academy Mengupas Permasalahan Seputar Bus di Indonesia

22 / 01 / 2019 - in News
Busworld Academy

Busworld Southeast Asia Jakarta yang bakal digelar pada 20-22 Maret mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat juga menghadirkan Busworld Academy. Forum ini merupakan ajang komunikasi dan diskusi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di industri transportasi orang ini. Mulai dari pengusaha bus, karoseri, pabrikan yang membuat sasis bus, lembaga swadaya masyarakat, sampai pihak pemerintah.

Menurut Strategic Partner Busworld Southeast Asia Jakarta, AM. Fikri, Busworld Academy melibatkan semua stakeholder yang ada di angkutan darat ini merupakan kali pertama. “Ini baru pertama kalinya diadakan di Busworld Academy. Untuk itu nanti akan ada united cities and local government yang berbasis di Jakarta untuk kawasan Asia Pasifik, yang nantinya akan menghadirkan pemerintah-pemerintah lokal. Sehingga kebutuhan akan bus yang ada di pemerintahan-pemerintahan daerah di Indonesia bisa dikomunikasikan dalam forum Busworld Academy ini,” kata Fikri.

Hal ini terkait kebutuhan bus di Indonesia mengingat pemerintah saat ini sedang berusaha untuk membangun infrastruktur. Seperti di Pulau Jawa dengan tersedianya jalur Tol Trans Jawa yang menghubungkan ujung barat hingga ke timur Pulau Jawa. “Kebetulan rekan saya dari Garut lewat Cipularang kemudian Cipali dan berakhir di Batu, Malang, mengemudikan bus hanya butuh waktu sembilan jam. Hal yang belum pernah terjadi selama ini dan menjadi sesuatu yang baru di Indonesia,” ujarnya.

Sehingga kebutuhan bus, lanjut Fikri, akan terdefinisi dengan sendirinya mengikuti pola mobilitas orang. Artinya, akan ada perbedaan kebutuhan antara bus kota dengan bus antarkota. “Salah satu pabrikan bus dari Inggris pernah ada yang bingung karena mereka punya spek yang sebetulnya cocok untuk bus kota. Tetapi begitu ditawarkan ke pemda, pihak pemda justru bingung dan bertanya butuhnya seperti apa. Hal ini karena pengetahuan tentang bus dari pemerintah kota yang agak minim maka akan menjadi kendala. Masalah seperti ini merupakan salah satu kendala yang bisa dicairkan di Busworld khususnya di Busworld Academy,” urainya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (Ipomi) Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan, pihaknya berharap diadakannya Busworld bisa memberikan inovasi lebih terkait upaya untuk melakukan sesuatu, sehingga masyarakat akan lebih gemar dan tertarik menggunakan bus di Indonesia. “Kami berharap ajang Busworld ini akan membawa hal-hal yang positif agar kami bisa menjadi operator yang lebih baik. Ini merupakan salah satu ajang yang bisa kita gali lagi informasi-informasi untuk memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat,” kata Sani sapaannya.

Selain itu, menurut Sani, dengan adanya forum Busworld Academy diharapkan akan bermanfaat untuk edukasi bagi para stakeholder. “Baik dari sisi regulator atau pemerintah maupun dari sisi kami sebagai operator bersama body builder dan pemasok suku cadang, untuk bisa berkomunikasi dan berdiskusi. Tentu harapannya bisa menghasilkan satu kesepakatan atau ide-ide buat ke depan, supaya kita bisa saling mendukung untuk tumbuh bersama,” ujarnya.

Fikri juga mengakui bila semua pihak di Indonesia masih meraba-raba terkait format Busworld ini seperti apa. “Tapi dengan antusiasme dari pihak Askarindo dan Ipomi, kita berharap optimisme ini akan bisa menghadirkan sesuatu yang kelak setelah kita bisa belajar dari apa yang berkembang di Busworld, kita bisa punya sasis bus sendiri sesuai kebutuhan dan dapat diandalkan sesuai kondisi alam di Indonesia,” katanya.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz

 

 

 

 



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix