Dirjen Hubdat Soroti APM yang Masih Jual Sasis Berpotensi ODOL, Ini Kata Isuzu Indonesia

24 / 02 / 2021 - in Berita

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memetakan postur permasalahan over dimension-overloading (ODOL) melalui diagram Pohon ODOL. Dalam diagram ini, persoalan ODOL terjadi baik di permukaan dan di bawah permukaan.

Persoalan di bawah permukaan, seperti rancang bangun (modifikasi), penilaian fisik kendaraan, dan regulasi dianggap perlu segera dilakukan pembenahan baik oleh pihak pemerintah dan tentunya oleh pihak operator selaku pelaku usaha transportasi.

“Melihat bagan Pohon ODOL, saya mengambil salah satu contoh permasalahan di permukaan, yaitu menyangkut tarif logistik. Tarif logistik sekarang ini kalau saya tidak salah, antara satu operator dengan operator lain dengan jarak yang sama kemudian dengan kendaraan berbeda itu berbeda-beda tarif angkutannya. Jadi dalam hal ini terjadi semacam persaingan usaha yang tidak sehat,” kata Budi Setiyadi, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub.

Dirjen Budi menambahkan bahwa Kemenhub melalui Ditjen Hubdat telah membuat pedoman untuk menentukan tarif angkutan barang, yang memang selama ini belum ada tarif bakunya. “Makanya beberapa waktu lalu dari kami sudah mencoba membuat satu guidance melalui Peraturan Menteri Perhubungan (PM 60 Tahun 2019 Bab V tentang Tarif Angkutan Barang), terkait indikator penentuan tarif untuk berbagai macam komoditas logistik,” ujar dia.

Selain itu, Dirjen Budi juga menyoroti peran agen pemegang merek (APM), dalam hal ini jaringan penjualan atau showroom truk yang masih menjual sasis kendaraan yang berpotensi over dimensi. “Kita juga mesti melihat, showroom atau diler kendaraan terkadang secara tidak sadar atau sengaja, masih menampilkan kendaraan-kendaraan yang over dimensi ada di situ. Apakah yang bersangkutan tahu bahwa kendaraan itu tidak sesuai dengan regulasi? Saya sudah mengambil langkah dengan mempertemukan beberapa APM, kemudian sudah menyampaikan juga ke beberapa diler tapi masih saja terjadi,” ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Dirjen Budi terkait showroom atau diler kendaraan yang masih memajang kendaraan yang berpotensi over dimensi, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) selaku APM truk Isuzu di Indonesia menyatakan bahwa Isuzu Indonesia tetap patuh aturan yang berlaku.

“Kami sebagai perusahaan yang taat aturan, kami mengikuti segala aturan yang diterapkan pemerintah. Pelanggaran bukan saja terjadi dari ATPM tetapi bisa dari partner, seperti karoseri. Oleh karena itu, Isuzu memberikan sertifikasi kepada karoseri-karoseri yang sudah bekerja sama dengan Isuzu, dengan harapan salah satunya adalah taat terhadap aturan,” kata Puti Annisa Moeloek, Marketing Communication Dept. Head IAMI.

 

Editor: Antonius
Foto: Ditjen Hubdat

 

 

 



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix