Dua Pengemudi Terbaik Volvo Fuelwatch Challenge Indonesia Final 2017

17 / 05 / 2017 - in Berita

Fuelwatch Challenge Indonesia Final 2017

Volvo Trucks untuk ketujuh kalinya menggelar ajang kompetisi tahunan Fuelwatch Challenge berkonsep tantangan adu irit bagi para pengemudi truk Volvo. Kali ini kejuaraan Indonesia Final Fuelwatch 2017 digelar di area Paramount Land, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Rabu (17/Mei).

“Setiap tahunnya, penyelenggaraan Volvo Trucks Fuelwatch merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh para pengemudi di seluruh dunia. Tahun ini, kami mempersiapkan para pengemudi dengan keterampilan dan training yang lebih intensif lagi untuk mengatasi tantangan pada pertandingan di tingkat Asia Pacific, September mendatang,” kata Jurn Terpstra, Direktur Marketing PT Volvo Indonesia, agen pemegang merek Volvo Trucks di Tanah Air.

Sebelumnya, sesi kualifikasi Volvo Fuelwatch Challenge 2017 telah digelar sejak Februari lalu dan dilakukan bersama dengan customer langsung dimana ada sesi teori, pre-test, dan post-test. “Dari hasil teori diambil 3 kandidat untuk melanjutkan ke sesi praktik. Dari 3 peserta di sesi praktik diambil 1 orang kontestan terbaik untuk maju ke babak final Indonesia. Kualifikasi ini berlaku untuk kategori off-road dan on-road,” ujar Hadi Darwanto, salah satu juri kejuaraan Indonesia Final Fuelwatch 2017.

Kontestan dalam kejuaraan Indonesia Final Fuelwatch 2017 terbagi dalam dua kategori, yaitu off-road dan on-road. Peserta di kelas off-road berisikan 4 kontestan mewakili konsumen Volvo Trucks di segmen tambang batu bara. “Ada PT Ryan Eka Pratama (REP) di wilayah Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) diwakili oleh Semi. Kemudian PT Artha Mineral Resources (AMR) diwakili oleh Angel Karapang, dan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) diwakili oleh Fajar Triyana, keduanya berasal dari wilayah Loa Kulu, Tenggarong, Kaltim. Dan PT Arief Nusa Raya (ANR) di wilayah Melak, Kutai Barat, Kaltim diwakili oleh Sugandi,” urai Girsang dari PT Eka Dharma Jaya Sakti, diler resmi Volvo Trucks wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Sementara untuk kategori on-road terdiri dari 3 kontestan dari customer PT Indotruck Utama selaku diler resmi Volvo Trucks wilayah Sumatera-Jawa-Bali. Yaitu PT Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Jawa Timur (Jatim) diwakili oleh Sukar. Kemudian PT Calvary Abadi di Mojokerto, Jatim diwakili oleh M. Faktur Rohman. Dan PT PecTech Services di wilayah Kerinci, Pekanbaru, Riau diwakili oleh Yori Afrisandi.

Fuelwatch Challenge Indonesia Final 2017

Lintasan off-road sepanjang 3 km dirancang dengan rintangan-rintangan yang mewakili sekitar 60% dari kondisi aktual di area pertambangan. Seperti tanjakan, kemiringan, dan ada satu titik yang dibikin model tanjakan agak tinggi. Sedangkan untuk lintasan on-road yang dilaksanakan di track aspal sepanjang 8,25 km, sama persis dengan kondisi aktual dengan kontur aspal yang rata.

“Setiap peserta diwajibkan menyelesaikan 3 kali putaran pada lintasan yang sama untuk masing-masing kategori, dengan kecepatan maksimal dibatasi 40 km/jam untuk off road dan 60 km/jam untuk on road. Peserta tidak dikenai sanksi apapun jika melebihi batas kecepatan yang ditentukan tadi, karena aturan ini sebatas untuk safety di area Fuelwatch final ini saja. Artinya si driver mengemudi dengan metoda yang biasa dia lakukan sehari-hari dalam mengemudi, dengat target seefisien mungkin untuk mencapai fuel consumption terbaiknya,” jelas Hadi Darwanto yang juga Driver Trainer PT Volvo Indonesia ini.

Hasil dari kompetisi Indonesia Final Fuelwatch 2017 ini, menurut Hadi, yang diambil hanyalah konsumsi bahan bakarnya saja. “Karena pada sesi kualifikasi sudah dilakukan 3 penilaian dari setiap peserta. Pertama pre-start check atau P2H (Pemeriksaan Peralatan Harian) atau kalau di Volvo Trucks dikenal dengan istilah vehicle handover, yaitu pengecekan unit sebelum berkendara untuk memastikan truk dalam kondisi layak jalan. Kedua adalah habit dari si drivernya seperti cara mengemudi, attitude dan metoda mengemudikan truk. Dan terakhir adalah fuel consumption nya,” jelasnya.

Pengukuran efisiensi bahan bakar menggunakan alat bernama Dynafleet. Suatu sistem pengukuran fleet management berdasarkan 4 kategori utama yaitu pengereman, adaptasi kecepatan, penggunaan gear/gigi transmisi, mesin dan dalam keadaan diam.

Pada kategori on-road, M. Faktur Rohman pembesut FH16 550 (6×4 tractor) kapasitas 16.000 cc mampu menghemat bahan bakar sebanyak 1,4% dibandingkan dengan rivalnya. Sedangkan Angel Karapang pengemudi FMX 400 (6×4 rigid) kapasitas 13.000 cc, menunjukkan kepiawaiannya dalam menghemat bahan bakar pada kontur tanah sebanyak 23% dibanding kontestan lainnya pada kategori off-road. Keduanya berhak mewakili Indonesia pada ajang final Volvo Fuelwatch Challenge 2017 Asia Pacific, di Gothenburg, Swedia pada September mendatang.

 

Editor: Antonius
Foto: Anton



Related Articles

Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix