Mercedes-Benz Axor - Start of Production 2017

Dual Brand Strategy Dipercaya Mampu Tingkatkan Penjualan

30 / 08 / 2017 - in News
Dual Brand Strategy

Indonesia dikenal sebagai negara eksportir terbesar minyak kelapa sawit dan pengekspor kedua terbesar batu bara di dunia menjadi pasar empuk bagi pabrikan heavy-duty truck. Pasar heavy-duty truck yang kembali bergairah pada tahun ini juga menjadi salah satu alasan pasar ini terus disasar. Selain itu, pengeluaran belanja infrastruktur pemerintah kian dinilai memberi pengaruh positif yang signifikan dalam perekonomian Indonesia.

Mencermati hal itu, Mercedes-Benz Indonesia menilai pelokalan heavy-duty truck dan model tractor-trailer truck adalah kunci meraih pasar heavy duty truck di Indonesia. “Mercedes-Benz telah membangung kredibilitas yang signifikan di pasar Indonesia sejak kehadirannya pada tahun 1950an. Dengan truk heavy-duty Axor yang dirakit secara lokal, kami ingin memanfaatkan warisan ini dan kekuatan merek kami untuk meyakinkan banyak pelanggan baru mengenai truk Mercedes-Benz di pasar Indonesia yang terus bertumbuh,” kata Markus Villinger, CEO Daimler Commercial Vehicles Indonesia saat Start of Production 2017 di Wanaherang, Bogor.

Markus menilai, pasar truk menanjak kembali terutama di segmen heavy duty truck dan diperkirakan pasar akan bertumbuh dengan pesat pada masa depan. Pasar heavy-duty truck mengalami penurunan pada tahun 2014, yang turun dari 20 persen menjadi 14 persen dari total penjualan truk di Indonesia. Pada tahun 2015, total penjualan heavy duty truck naik menjadi 20 persen dan 23 persen pada tahun 2016. “Semua ini menunjukkan akan adanya perubahan juga dalam kebutuhan transportasi di Indonesia. Untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan pasar Indonesia akan heavy duty truck, kami memutuskan untuk menawarkan truk-truk kami yang dirakit secara lokal dan dirakit sesuai kebutuhan pasar Indonesia,” imbuhnya.

Pabrik perakitan Mercedes-Benz seluas 42 hektare di Wanaherang, Bogor, telah beroperasi sejak tahun 1978 dan telah membangun reputasi dengan kualitas terbaik untuk perakitan mobil dan sasis bus Mercedes-Benz. Untuk mengakomodasi perakitan truk baru dengan kapasitas hingga 4.500 unit per tahun, investasi sebesar 25 juta dolar AS didedikasikan terhadap fasilitas ini selama beberapa tahun ke depan. Markus Villinger menambahkan, “Investasi kami jelas mencerminkan komitmen kami terhadap Indonesia. Hal ini membawa kami lebih dekat kepada pelanggan, memungkinkan kami bekerja dengan pemasok lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi pekerja berkualitas.”

Kay-Wolf Ahlden, Head of Daimler Commercial Vehicles regional center for South-East Asia, berkomentar, “Untuk Daimler Trucks, Indonesia adalah pasar yang paling penting di wilayah Asia Tenggara. Sejak Fuso memasuki pasar pada tahun 1970, merek ini telah berkembang menjadi pemimpin dengan portofolio produk serta penjualan dan purnajual yang kuat. Dengan memproduksi truk Mercedes-Benz Axor secara lokal memungkinkan kami untuk menargetkan peluang pertumbuhan dengan dua merek kuat yang memenuhi segmen pasar yang berbeda.”

Model truk heavy-duty Mercedes-Benz pertama yang akan dirakit secara lokal adalah Axor 2528C yang hadir dengan mesin 6 silinder dan basis roda 4,2 meter, memungkinkan truk membawa muatan sebesar 20 ton sesuai kebutuhan pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia. Model kedua yang akan ditambahkan dalam perakitan tahun ini adalah Axor 2528R yang didedikasikan untuk aplikasi logistik. Secara keseluruhan, sebanyak 11 varian Axor direncanakan akan dirakit di pabrik Wanaherang untuk membuka segmen volume baru bagi merek Mercedes-Benz. Pada saat yang bersamaan, Mercedes-Benz akan terus menawarkan jajaran truk Actros untuk pemakaian khusus.

Rangkaian Mercedes-Benz Axor dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan seperti anti-lock brake system (ABS), kenyamanan tinggi bagi pengemudi dan daya tahan yang lebih tinggi bagi pemilik. Layanan purnajual dan suku cadang yang mencakup dukungan layanan mobile serta pelatihan pengemudi, melengkapi penawaran produk yang kuat.

Menurut Markus, Daimler akan memperkuat posisi di pasar Indonesia melalui Mercedes-Benz Actros dan Axor. “Kami percaya dual brand strategy akan meningkatkan penjualan di seluruh segmen. Benchmark kami adalah total cost of ownership, quality, dan time to market. Kami punya pengalaman yang baik, kemampuan dan teknologi yang mumpuni. Kami bukan membawa sesuatu yang untuk diuji coba di Indonesia. Kami membawa apa yang kami miliki selama ini dan produk kami diakui kualitasnya di seluruh dunia,” kata Markus.

Erich Nesselhauf selaku Managing Director and CEO, Daimler India Commercial Vehicles mengatakan, “Mulai saat ini pabrik Wanaherang telah menjadi bagian dari jaringan produksi global Daimler Trucks. Hal ini menggarisbawahi bahwa Indonesia menjadi semakin penting di dalam peta dunia Daimler Truck. Di mana pun kami melakukan produksi, produksi lokal memungkinkan kami lebih dekat dengan pasar dan pelanggan, melayani kebutuhan mereka lebih cepat dan fleksibel.”

Sementara itu, Hendrik Barkeling Chargé d’Affaires at Embassy of the Federal Republic of Germany mengatakan, “Meningkatkan investasi dan fasilitas produksi hanyalah dua langkah dari hubungan yang sudah terjalin lama antara Mercedes-Benz dengan Indonesia. Tahun 1970 Mercedes-Benz Indonesia memulai perakitan bus, truk kecil, dan mobil penumpang di Indonesia dan sejak saat itu menjadi terkenal di Indonesia terutama untuk kendaraan mewah berteknologi tinggi. Pekerjaan dan investasi Mercedes-Benz di Indonesia adalah contoh yang sangat baik dalam kerja sama Jerman-Indonesia secara umum.”

 

Teks: Ratna Hidayati
Editor: Antonius
Foto: Pebri



Related Articles

Sponsors

TruckMagz Konstruksi Indonesia

TruckMagz Transport, Logistics & Maritime

GIIAS TruckMagz 2017