Harga Ban Lokal Naik 7-10%, Aptrindo Jateng Berpikir Naikkan Tarif Angkutan

25 / 04 / 2017 - in Berita

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengeluhkan kenaikan harga ban truk lokal, terutama untuk jenis ban bias. Pengusaha truk menilai, kenaikan harga ban BIAS disebabkan karena kelangkaan ban jenis radial di pasaran.

Wakil Ketua Aptrindo Jateng Bambang Widjanarko menilai kelangkaan ban truk jenis radial di pasaran adalah dampak dari penerapan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 77/M-DAG/PER/11/2016 tentang tentang Ketentuan Impor Ban (pembatasan impor ban). ”Sejak awal April, harga ban truk lokal terus merangkak naik secara signifikan. Kenaikan harga ban lokal dipasaran cukup bervariasi antara 7-10%. Kenaikan ini sangat mengganggu kinerja operasional kami,” kata Bambang, ketika dihubungi TruckMagz.com, Selasa (25/Apr).

Bambang menuturkan, cost per kilometer truk yang menggunakan ban bias lebih tinggi ketimbang menggunakan ban radial. Menurutnya, dengan harga sekitar Rp 3 juta, ban BIAS dapat digunakan hingga sekitar 35.000 km. ”Pengusaha truk menilai bila harga tersebut cukup mahal, sehingga lebih memilih menggunakan ban radial yang harga belinya sekitar Rp 3,3 juta tapi dengan usia pakai di atas 70.000 kilometer,” katanya.

Selama ini pengusaha truk lebih nyaman menggunakan ban radial karena jarang panas dan tidak perlu berulang istirahat untuk mendinginkan ban. Ban radial juga nyaman digunakan karena lebih empuk sebab konstruksi dinding samping ban lebih lentur. Selain itu, ban radial juga lebih aman digunakan di jalan basah karena membutuhkan daya cengkram telapak lebar.

Penggunaan ban bias juga dikeluhkan sopir truk karena boros uang saku karena harus berulangkali istirahat untuk mendinginkan ban truk di rumah makan sepanjang Jalur Pantura. ”Kalau dibandingkan antara ban BIAS dengan ban radial, dalam satu perjalanan dari Jakarta-Surabaya, ban truk BIAS perlu beristirahat untuk pendinginan sebanyak delapan kali, sementara pada ban truk radial hanya 1-2 kali saja,” paparnya.

Menurut Bambang, pengusaha truk mulai berpikir untuk mulai menaikkan tarif angkutannya jika harga ban truk di pasaran masih belum terkendali dan belum juga mendapat pasokan ban radial. Karena harga ban masuk dalam biaya terbesar kedua setelah BBM.

”Kalau kondisi ini terus berlanjut, banyak ban yang akan meledak jika dioperasikan di jalan tol trans Jawa yang sekarang sudah baik jalannnya. Karena sopirnya terlalu asik tidak mau berhenti mendinginkan ban. Kemudian, bila tol sering dilindas ban BIAS akan cepat rusak karena ban BIAS memiliki efek merusak yang cukup tinggi,” pungkasnya.

 

Teks: Citra
Editor: Antonius
Foto: Pebri



Related Articles

Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix