Harga Ban Truk Lokal Merangkak Naik

25 / 04 / 2017 - in Berita

Seiring dengan semakin menghilangnya ban truk jenis radial (kawat baja) impor di pasaran, maka harga ban truk BIAS (benang nilon) lokal mulai naik di pasaran.

Pengusaha truk yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mulai mengeluhkan kenaikan harga ban truk lokal, sebagai dampak dari terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 77/M-DAG/PER/11/2016 tentang Ketentuan Impor Ban (pembatasan impor ban) yang berlaku mulai 1 Januari 2017.

Harga ban truk lokal yang sejak awal April mulai merangkak naik secara signifikan mencapai angka 7% dirasakan sudah sangat mengganggu kinerja operasional truk. Apalagi dengan perhitungan biaya per kilometer (km) ban truk BIAS yang jauh lebih tinggi daripada ban truk radial.

Dengan nilai tebus sekitar Rp 3 juta, ban truk BIAS mendapatkan usia pakai sekitar 35 ribu km dianggap terlalu mahal. Pengusaha truk tentunya lebih memilih menggunakan ban truk radial yang nilai tebusnya sekitar Rp 3,3 juta, namun usia pakainya bisa mencapai di atas 70 ribu km.

Apalagi ban truk radial jarang panas dan tidak perlu berulang kali harus istirahat untuk proses pendinginan saat perjalanan jauh. Selain itu juga lebih nyaman dan empuk karena konstruksi dinding sampingnya lebih lentur, serta lebih aman dipakai saat jalanan basah yang membutuhkan daya cengkeram telapak lebar.

Para pengemudi juga mengeluhkan borosnya uang saku jika harus berulang kali beristirahat untuk mendinginkan ban truk BIAS di rumah makan sepanjang jalur Pantura (Pantai utara Pulau Jawa), karena tidak mungkin menghentikan truk begitu saja di bahu jalan.

Sebagai perbandingan, dalam perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, ban truk BIAS perlu istirahat pendinginan sebanyak 8 kali, sementara pada ban truk radial hanya perlu 2 kali saja. Waktu yang dibutuhkan untuk tiap pendinginan ban minimal 1-2 jam.

Pengusaha truk mulai berpikir akan segera menaikkan tarif angkutnya, jika harga ban truk yang ada di pasaran semakin tidak terkendali dan tidak mendapat pasokan ban truk radial, karena biaya ban adalah yang terbesar kedua setelah biaya bahan bakar.

Ada baiknya tiap kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah didiskusikan terlebih dulu dengan pelaku usaha. Jangan sampai pemerintah terus menerus melakukan blunder (kekeliruan) yang bisa berdampak pada melonjaknya inflasi.

 

Oleh:
Bambang Widjanarko. Wakil Ketua Aptrindo Jawa Tengah & Konsultan Ban Independen

 

Disarikan: Antonius
Foto: Anton



Related Articles

Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix