Industri Kurang Terbuka Terkait Biaya Logistik

31 / 08 / 2017 - in News
Industri dan Biaya Logistik

Pemerintah mengaku kesulitan menentukan arah kebijakan ekonomi pada sektor logistik akibat kurang terbukanya industri mengungkap biaya logistiknya. Sejauh ini, data biaya logistik yang digunakan merupakan hasil riset lembaga independen, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sebelumnya merilis biaya logistik di Indonesia termasuk yang tertinggi di ASEAN yakni sebesar 25-30% dari produk domestik bruto (PDB).

Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Erwin Raza mengungkapkan, biaya logistik yang tinggi membuat kesenjangan harga yang tidak wajar. Padahal, semestinya dengan kondisi geografis Indonesia, idealnya biaya logistik itu tidak melebihi 15% dari biaya produksi.

“Biaya logistik yang kita ketahui sekarang masih perhitungan umum. Idealnya masing-masing industri memberikan data biaya logistiknya, karena jumlah industri sangatlah banyak tidak bisa biaya logistiknya dipukul rata,” kata Erwin dalam diskusi bertajuk Implementasi Efisiensi Logistik dalam Paket Kebijakan Ekonomi XV di Jakarta beberapa waktu lalu.

Erwin mengatakan, pemerintah berharap asosiasi yang menaungi perusahaan-perusahaan logistik bisa memfasilitasi agar mereka dapat memberikan data  biaya logistiknya berdasarkan jenis industrinya masing-masing. Menurutnya, hal itu penting supaya pemerintah dapat menghitung secara presisi biaya logistik yang sebenarnya, serta membantu arah kebijakan logistik ke depannya.

“Misalnya, biaya logistik khusus sektor industri pengiriman ekpress, itu kita belum ada datanya.Sejauh ini hanya sebagian kecil industri yang bersedia terbuka terhadap biaya logistiknya, teutama perusahaan yang telah berstatus IPO (initial public offering),” ujar Erwin.

Menurut Erwin, pemerintah tengah berupaya keras untuk menurunkan biaya logistik dengan segala upaya. Termasuk temuan terbaru pemerintah tentang pratek pungutan liar di jalur distribusi Brastagi ke Merak yang diketahui ada sekiatr 161 pungutan liar. Kondisi tersebut ditengarai pemerintah termasuk imbas lain dari biaya logistik yang membuat harga komoditas menjadi tinggi.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Ilustrasi: ILFA

 

 



Related Articles

Sponsors

TruckMagz Konstruksi Indonesia

TruckMagz Transport, Logistics & Maritime

GIIAS TruckMagz 2017