Ini Alasan Tata Motors Andalkan Pick Up di Indonesia

30 / 11 / 2016 - in Berita

Pasar kendaraan di Indonesia khususnya kategori pick up terbilang cukup besar karena kendaraan ini menjangkau seluruh segmen baik perusahaan skala besar, menengah dan sekala kecil atau UKM. Sejak 2001-2015, pertumbuhan penjualan kendaraan niaga di kelas pick up sebesar 18%, di kelas light truck 14% serta di kelas medium dan heavy duty truck sebesar 21%.

Pertumbuhan penjualan tersebut menjadi alasan utama bagi PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TDMI), agen pemegang merk (APM) kendaraan Tata Motors menghadirkan produk pick up di Tanah Air. “Stabilitas ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh sektor mikro. Sehingga di masa krisis seperti ini diperlukan kendaraan untuk menopang sektor mikro,” ujar Wilda Bachtiar, Marketing Manager Commercial Vehicle TMDI di Jakarta Selatan, Rabu (30/Nov).

Berdasarkan data statistik, dari semua desa yang ada di Indonesia, 63% tidak memiliki fasilitas toko atau pasar yang permanen, sehingga mereka melakukan perdagangan dengan menjadikan kendaraan sebagai toko berjalan. Alhasil mereka butuh kendaraan yang sifatnya ekonomis dan efisien.

”Kalau di kota, tren perdagangan yang ada adalah food truck. Kalau dilihat lagi, orang jarang berbisnis food truck karena investasinya besar. Karena rata-rata kendaraan yang digunakan adalah truk besar, padahal siapa saja bisa memulai usaha food truck dengan investasi murah yakni dengan pick up,” kata Wilda.

Menurut Wilda, alasan utama Tata Motors menghadirkan produk pick up di Indonesia adalah karena selama ini konsumen usaha mikro yang hanya butuh mengangkut muatan di bawah satu ton, selalu dijejali dengan produk kendaraan niaga kapasitas 1.500 cc ke atas sehingga produk yang dihadirkan over spesifikasi dan over cost.

Dari semua operasional perdagangan di desa, sub urban dan perkotaan, industri mikro membutuhkan kendaraan yang mampu memberikan efisiensi, baik untuk bahan bakar, biaya perawatan dan spare part.

Berdasarkan studi yang dilakukan Tata Motors medio 2012 dan 2013, kebutuhan konsumen kendaraan niaga khususnya jenis pick up mencakup efisiensi BBM (15%), harga dan biaya perawatan terjangkau (5%), harga suku cadang yang terjangkau (8%), handal atau tidak rewel (12%), performa mesin bagus dan tahan lama (10%), bodi yang lincah (7%), populer atau memiliki harga jual kembali yang bagus (8%), serta kapasitas muatan yang sesuai dengan kebutuhan (8%).

Berangkat dari hasil survei tersebut, kemudian pada 2014 Tata Motors mengeluarkan produk pick up yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. ”Kami tidak begitu saja menjual produk India ke Indonesia. Cara berpikir kami adalah bagaimana market terpenuhi kebutuhannya dan kami mengeluarkan Ace EX. Produk ini keluar karena memang ada kebutuhan, terutama di sektor UKM dan harga yang kami sajikan cukup murah untuk konsumen. Terlebih lagi produk ini lebih irit,” papar Wilda.

Rivalitas

Meski saat ini kompetitor telah mengeluarkan produk pick up dengan kapasitas mesin yang lebih besar dari Ace EX2, namun Wilda mengaku bila Tata Motors tidak begitu terancam. Wilda mengklaim, Tata Motors adalah pemain pertama dan menjadi pelopor mini diesel, sedangkan lainnya hanya follower.

Menurut Wilda, meski pendatang baru ini bermain di segmen yang sama atau di bawah 1.500 cc, namun Tata memiliki keunggulan dalam hal teknologi mesin yang tidak dimiliki kompetitornya yang masih berbahan bakar bensin.

”Kami lebih memilih menyajikan produk Ace EX karena memang ada konsumen di segmen tersebut. Dengan mesin di bawah 1.000 cc sudah cukup, karena kami ingin memberikan produk yang low cost,” ujar Wilda.

Wilda menambahkan bila berdasarkan studi yang dilakukan Tata pada pengguna pick up, menunjukkan bila pengguna pick up menjual kendaraan mereka di tahun ke delapan. ”Ketika kami tanya berapa efisiensi kendaraan yang mereka dapatkan selama masa operasional mereka, kami temukan bila produk Tata lebih efisien dibandingkan dengan brand yang sudah terkenal. Itulah mengapa pembeli Tata adalah pembeli yang mengedepankan sisi logika dibandingkan sisi emosional,” pungkasnya.

 

Teks: Citra
Editor: Antonius
Foto: Pebri



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix