KTB Bersama Kemenhub Sosialisasi Rancang Bangun Karoseri Truk

11 / 01 / 2019 - in News
Rancang Bangun

Sosialisasi terkait aturan rancang bangun kendaraan angkutan barang terus digalakkan pemerintah dengan menggandeng para stakeholders terkait. Kali ini giliran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku authorized distributor kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, yang menggelar program sosialisasi dan edukasi terkait regulasi pemerintah tentang kendaraan niaga dan rancang bangun karoseri.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan manajemen KTB, perwakilan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), 28 pengusaha karoseri, serta perwakilan diler resmi Mitsubishi Fuso ini diikuti dengan sangat antusias. Dalam kesempatan tersebut, KTB selaku distributor resmi menyatakan dukungannya terhadap regulasi-regulasi baru yang diterapkan pemerintah serta berkomitmen membantu pemerintah mensosialisasikannya kepada konsumen, diler, dan mitra karoserinya.

Direktur Penjualan dan Pemasaran KTB, Duljatmono mengatakan, karoseri merupakan mitra bisnis yang sangat penting bagi Mitsubishi Fuso dalam menyediakan kendaraan niaga sesuai spesifikasi kebutuhan konsumen. Ia menegaskan pula bila agen pemegang merek (APM) dan karoseri juga perlu memperhatikan aspek keselamatan dalam berkendara dan berlalu lintas, sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah.

“Program ini merupakan bukti nyata Mitsubishi Fuso untuk tidak hanya menyediakan produk yang profesional, namun juga menyediakan komunikasi profesional khas Mitsubishi Fuso yang informatif bagi seluruh pelaku bisnis,” kata Duljatmono dalam acara Karoseri Gathering di kantor pusat KTB Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (10/Jan/2018).

Rancang Bangun
Sigit Irfansyah & Duljatmono

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sarana Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Sigit Irfansyah menjelaskan seputar aturan rancang bangun yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Ia mengatakan bahwa dalam memodifikasi kendaraan baik itu terkait sistem penggerak maupun memanjangkan sasis di karoseri, harus mendapat izin dan rekomendasi terlebih dahulu dari pabrikannya.

“Dalam hal ini APM kendaraan truk yang ada di Indonesia. Kalau APM bilang oke, silakan karena APM yang bertanggung jawab dan APM dalam memberikan rekomendasi dan izin untuk memodifikasi tentu sudah melalui riset terlebih dahulu. Tetapi perlu diingat bahwa dalam memanjangkan sasis sudah ada batasan-batasannya yang mengacu pada PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, yang tentu tidak boleh melanggar dari ketentuan di PP tersebut,” urai Sigit.

Sebelumnya, Sigit sempat menyinggung mengenai teknologi truk yang saat ini sudah semakin maju, dan sejauh industri kendaraan komersialnya sudah berbeda dengan aturan dalam PP No 55 Tahun 2012 pasti akan disesuaikan. “Artinya kami tidak alergi untuk memodifikasi peraturan sepanjang industri kendaraannya mengikuti dengan kondisi Indonesia,” ungkap Sigit. Ia mencontohkan truk dengan kemampuan angkut unlimited atau tidak terbatas yang ada di Eropa. Menurutnya, kondisi di Eropa memang tidak mengenal batasan kelas jalan dan berapa pun berat muatannya bisa lewat.

“Tetapi truk itu juga tidak bisa masuk ke Indonesia mengingat jalan kita tidak mendukung itu, bukannya harus mengubah PP-nya. Sebab infrastruktur kita belum mendukung untuk pemakaian truk dengan spesifikasi seperti itu. Jalan terhebat yang kita punya adalah jalan kelas satu, itu pun mayoritas di jalur tol. Artinya, semaju apapun industri truk di luar negeri tidak serta-merta bisa langsung dibawa ke sini dan harus mengubah PP. Karena harus menyesuaikan dengan kesiapan infrastruktur yang kita punya,” ujar Sigit menjelaskan.

KTB juga mengimbau industri karoseri Tanah Air untuk dapat meningkatkan standar kualitasnya dalam proses pembuatan rear body kendaraan demi kepuasan konsumen. “Mitsubishi Fuso yakin pengusaha karoseri dapat menerapkan standar kualitas yang kami buat dengan memperhatikan petunjuk pemasangan rear body dan pre delivery inspection, untuk menjamin kendaraan niaga kembali ke diler dan sampai ke tangan konsumen sebagaimana yang seharusnya diterima. Kami berharap kerja sama Mitsubishi Fuso dan Kementerian Perhubungan serta pengusaha karoseri dapat terus terjalin dengan baik, dengan saling menjaga keunggulan produk dan menciptakan sebuah kendaraan niaga yang aman dan menguntungkan bagi konsumen,” kata Bayu Aprizal, Deputy Group Head of Product Strategy Group KTB.

 

Editor: Antonius
Foto: KTB
Ilustrasi: Suasana di Karoseri Delima Jaya (Anton)



Related Articles

Sponsors

GIIAS

KI-2018-Web-Banner-320x327 (TruckMagz)

1cemat-banner300-80-cn 

logo-chinatrucks300 327pix

FA-CVL-Digital-Banner-300x327-pixel