Menuju Pemain Utama

17 / 07 / 2015 - in CEO Interview
c_8

PT AKR Corporindo

Menginjak usia lebih dari setengah abad lebih bukanlah suatu hal yang mudah bagi sebuah perusahaan untuk bertahan dari derasnya persaingan bisnis. Kesadaran mempertahankan mutu layanan, dinamis dalam perubahan dan selalu beroirentasi kepuasan konsumen merupakan beberapa kunci suksesnya. Tak semua perusahaan memiliki kesadaran tersebut, setidaknya bagi perusahaan yang pangsa pasarnya terbilang luas dan berisiko dalam banyak hal.

Bagi perusahaan yang memiliki kesadaran akan pentingnya dinamis dalam perubahan secara berangsur perusahaannya akan terus berkembang, Seperti yang dirasakan PT AKR Corporindo. Berdiri sejak 1960-an dengan nama PT Aneka Kimia Raya, perusahaan ini memulai usahanya di Surabaya pada bidang perdagangan kimia dasar.

Perubahan nama perusahaan dari PT Aneka Kimia Raya menjadi PT AKR Corporindo pada 23 September 2004 terjadi saat pertumbuhan bisnis perusahaan berkembang pesat. Hal itu bisa diketahui ketika perusahaan pada tahun 2005 menjadi perusahaan swasta nasional pertama yang mendistribusikan BBM nonsubsidi di Indonesia.

Ekspansi bisnis AKR pada tahun yang sama tak lepas dari kebijakan pemerintah yang mengatur bahwa bisnis petrolium yang tidak lagi dominan dikelola Pertamina sebagai operator tunggal di sektor tersebut. Pada dasarnya AKR sebelumnya memiliki tanker dan terminal untuk mengelola bisnis tersebut, sehingga ekspansi bisnis yang dilakukan relatif mudah.

Sebelumnya, AKR hanya menjual produk sekaligus menerima jasa transportasi, kini AKR juga berfokus pada supply chain dan distribusi BBM. Proses distribusi dan transportasi pada era sebelumnya juga masih dikelola oleh divisi khusus , namun seiring berjalan waktu terjadi infisien yang membuat AKR mendirikan perusahaan tersendiri, yakni AKR Transport Indonesia.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2013 tersebut menangani segala hal dalam proses distribusi dan transportasi petrolium dan chemical di bawah rekanan PT. AKR Corporindo.Armada yang dimiliki AKR berjumlah 352 unit dengan berbagai jenis truk, mayoritas truk tangki dengan kapasitas muatan 32 kl sampai 50 kl. “Jadi AKR sekarang lebih fokus pada jasa pengiriman khususnya distribusi Bahan Bakar Minyak ke daerah-daerah yang susah dijangkau,”kata Arlin Simatupang, General Manager PT. AKR Corporindo.

PT. AKR Corporindo menjadi perusahaan swasta nasional pertama yang mendistribusikan BBM bersubsidi di Indonesia melalui pengoperasian Stasiun Pengisian Bahan bakar Kendaraan Bermotor (SPBKB) dan Stasiun Pengisian Bahan bakar Nelayan (SPBN) di 16 lokasi di Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Utamakan Keamanan

Pertimbangan lain AKR mendirikan AKR Transport Indonesia.tersebut karena AKR enggan menggunakan jasa perusahaan lain mengingat resiko dan standar yang dihendaki AKR tidak sesuai.Sekitar 80 persen konsumen AKR menggunakan armada internal, sisanya menggunakan eksternal. Mayoritas konsumen AKR yang menggunakan armada internal karena sudah percaya akan kualitas layanan dan keamanannya. “Dengan menggunakan perusahaan sendiri, AKR mampu melakukan efisiensi secara operasional dan menjamin standar keamanannya,” papar Arlin.

Dari sisi daya saing, AKR memiliki daya saing cukup baik merujuk pada standar operasional dan keamanan yand diterapkan. Menurut Arlin, dilihat dari sisi tarif angkut AKR bukanlah yang termurah atau termahal dengan perusahaan lain. Sebab, semua bergantung pada keputusan konsumen untuk perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, berorientasi pada harga atau layanan.

Meski demikian, bukti daya saing AKR bisa dilihat khusus pasar lokal. Meskipun tarif angkut 20 persen jauh lebih mahal dengan perusahaan lain, ternyata permintaan jasa angkut masih tetap tinggi.Hal ini menunjukan bahwa konsumen sangat berorientasi pada layanan terutama keamanan.

“Sebenarnya soal tarif angkut murah sangatlah relatif. Karena khusus muatannya yang kategori memiliki resiko tinggi memang membutuhkan tingkat keamanan tinggi pula. Justru tarif angkut akan menjadi murah jika konsumen mengutamakan faktor keamanan. Karena jika terjadi insiden akibat memilih perusahaan angkutan berharga dan menomorduakan kemanan, konsumen akan jauh lebih membayar mahal karena dipastikan merugi,” tambahnya.

Bentuk implementasi AKR berfokus pada kemanan ialah dengan meningkatkan spesifikasi truk yang digunakan dengan berorentasi pada tingkat keamanan. Semua truk AKR dilengkapi sensor khusus yang berfungsi untuk mengetahui level pengisian BBM dari terminal ke tangki truk. Jadi sensor akan berbunyi ketika tangki menunjukan telah penuh terisi BBM.

Pada sektor Sumber Daya Manusianya, semua karyawan berpotensi risiko kecelakaan kerja diwajibkan untuk melakukan simulasi emergensi ketika terjadi insiden kerja, minimal empat kali dalam setahun. Tingkat kesadaran tinggi menjadi kunci AKR sangat mementingkan faktor keamanan, karena perusahaan sadar bahwa risiko keamanan yang akan terjadi tergolong tinggi pula.

Arlin mengungkapan bahwa dalam menjalani bisnis jasa kendala yang seringkali terjadi pasti ada pada manusianya, bisa dari internal maupun eksternal. “Semua perusahaan bisa membeli truk dan memiliki fasilitas yang bagus, tetapi yang paling susah adalah membangun manusia dan budaya kerja yang sadar akan keamanan,” ungkap Arlin.

SDM jadi Andalan

Kematangan SDM dan finansial cukup menjadi perhatian AKR. Cara mengetahui hal tersebut, AKR enam bulan sekali rutin melakukan internal asisgment semacam evaluasi kinerja pada masing-masing divisi. Hasil dari evaluasi tersebut diolah kemudian diberikan level kinerja pada masing-masing karyawan, maka akan dapat diperoleh kematangan SDM dan finansial. Standar manajemen perusahaan diterapkan AKR pada umumnya sama halnya dengan ISO (International Standard Procedur)

Pada umumnya penerapan manjamen yang sudah AKR implementasikan banyak digunakan oleh perusahaan tambang dan migas. Meski begitu, dalam peralihan sistem AKR membutuhkan sekitar sembilan tahun salah satunya yang memperketat keamanan. AKR sempat mengalami kesulitan karena banyak pihak mulai dari jajaran tertinggi hingga karyawan harus beradaptasi.

“Pasti ada pihak yang keberatan. Tapi AKR selalu memberi kesadaran terhadap para karyawannya tentang pentingya penerapan sistem tersebut. AKR juga selalu memberi penjelasan bahwa perubahan yang ada merupakan komitmen perusahaan untuk menjadi lebih produktif. Bisa saja kita membeli sertifikasi manajemen perusahaan seperti halnya ISO, tapi bukan jaminan dengan sertifikasi produktifitas SDM membaik.” jelas Arlin..

Selain memperbaiki spesifikasi truk, AKR juga memperlakukan lain terhadap para sopirnya. Semua sopir yang berkerja di AKR berstatus karyawan, berbeda halnya dengan perusahaan angkutan lain yang menggunakan sistem borongan. Meskipun pengeluaran pengusaha jauh lebih besar, tetapi pada sisi lain strategi tersebut jauh menguntungkan AKR. Dengan sistem tersebut sopir dalam berkerja akan berorientasi pada keamanan dan keselamatan muatan bukan pada uang jalan.

Jika mengacu pada standar internasional, sebenarnya sopir memiliki batasan waktu dalam mengendarai truk dengan jangka waktu seminggu atau satu bulan. AKR menerapkan standar yang serupa dengan melakukan manajemen khusus untuk sopir. Di AKR sopir dibatasi mengendarai truk maksimum 12 jam dalam sehari.

Sopir bisa melebihi batas waktu mengendari hanya empat jam, setelah itu sopir diwajibkan untuk istirahat sekitar delapan jam. Secara akumulasi dalam seminggu sopir dibatasi mengendarai tidak diperbolehkan melebihi 72 jam.Sementara untuk rute jauh yang waktu tempuhnya melebihi 16 jam, AKR mengantisipasinya dengan menambah lagi satu sopir. Penggunaan dua sopir juga dengan mempertimbangka jarak tempuh 250 km pulang-pergi mampu dicapai dengan waktu tempuh 16 jam.

Di sisi lain, melihat perjalanan bisnis AKR, pengalaman puluhan tahun yang dimiliki AKR secara alami mengharuskan perusahaan untuk selalu menciptakan hal baru demi menunjang produktivitas dan daya saingnya. Namun, Arlin mengaku, sebenarnya AKR tak memiliki inovasi khusus, hanya saja AKR setiap tahunnya selalu berusaha mempertahankan kualitas manajemen dan layanan ada. “ Konsumen adalah raja, maka kapabilitas menjadi fokus bagi AKR,” terang Arlin”

Walaupun terkesan normatif dalam hal menjalani strategi perusahaan. Pada kenyataannya setiap tahun laba yang diperoleh selalu tumbuh rata-rata sekitar 20 persen. Dengan demikian, tidak salah apabila PT. AKR Corporindo memiliki target yang tinggi. “ Kedepan kami ingin menjadi pemain utama di bidang suplly chain dan logistik di Indonesia khususnya petrolium dan chemical,” tutupnya.

Teks: Abdul Wachid

Foto: Dokumentasi PT. AKR Corporindo



Sponsors

GIIAS Medan Auto Show