Mulai 8 September Transaksi di Tol Jagorawi Hanya Sekali

06 / 09 / 2017 - in News
Tol Jagorawi

Dalam rangka mengurai kepadatan kendaraan di jalan Tol Jagorawi, mulai 8 September 2017 pukul 00.00 WIB akan diberlakukan sistem pembayaran terbuka dengan tarif merata (satu tarif) pada ruas tol tersebut. Kebijakan ini disahkan melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 692/KPTS/M/2017 tentang Penetapan Tarif dan Perubahan Sistem Transaksi Pembayaran Tol pada Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi).

“Dengan keluarnya Kepmen tersebut maka sistem pembayaran di ruas Tol Jagorawi yang sebelumnya terbuka dan tertutup menjadi sistem terbuka dengan tarif merata,” kata Herry Trisaputra Zuna, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (5/Sept).

Menurut Herry, melalui sistem pembayaran terbuka maka para pengguna tol dari arah Jakarta menuju Ciawi maupun sebaliknya hanya perlu membayar satu kali dengan tarif yang sama, baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh.

Pengguna tol ke arah Jakarta akan membayar pada pintu masuk tol (on ramp) dan yang ke arah Bogor pembayaran dilakukan di pintu keluar tol (off ramp). Sehingga pada dua gerbang tol (GT) yang ada di dalam ruas tol tersebut, yakni di GT Cibubur dan GT Cimanggis Utama tidak ada transaksi lagi.

Pemerintah berharap pasca perubahan sistem transaksi tersebut dapat mengurai kepadatan arus kendaraan di Tol Jagorawi, karena simpul kepadatan di GT Cimanggis Utama dan GT Cibubur Utama dihilangkan.

Adapun tarif yang diberlakukan untuk golongan I yang sebelumnya Rp 8.500 akan menjadi Rp 6.500, golongan II yang sebelumnya Rp 11.000 menjadi Rp 9.500, golongan III tarifnya dari Rp 15.000 menjadi Rp 13.000, golongan IV dari Rp 19.000 menjadi Rp 16.000, dan golongan V menjadi Rp 19.500 yang semula Rp 22.500. “Dengan tarif baru tersebut, bagi pengguna jarak jauh besaran tarifnya turun, sementara jarak dekat tarifnya naik,” ujar Herry.

Sementara itu menurut Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Ariyani, melalui mekanisme pengurangan jumlah gerbang tol ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan. “Mekanisme ini seperti yang kita lakukan di ruas tol Jakarta-Tangerang dan ruas tol Tangerang-Merak. Diharapkan ini bisa mengurangi kemacetan di GT Cibubur Utama dan GT Cimanggis yang selama ini mengekor panjang,” tambah Desi.

Guna mengantisipasi kemacetan di pintu masuk dan pintu keluar tol, akan dilakukan penambahan gardu pada GT Cimanggis III sebanyak 5 gardu, GT Gunung Putri 2 gardu, GT Bogor 8 gardu dan GT Ciawi 8 gardu.

 

Editor: Antonius
Foto: YouTube

 

 



Related Articles

Sponsors

GIIAS Medan Auto Show