ALFI Tegas Menolak Praktik Monopoli BUMN di Sektor Logistik

25 / 07 / 2016 - in Berita

ALFI

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mensinyalir adanya potensi praktik monopoli melibatkan unsur BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pada kasus yang terjadi di beberapa bandar udara di Indonesia, yang imbasnya berdampak negatif bagi sektor logistik. Kondisi ini pun disikapi oleh ALFI yang dengan tegas menyuarakan keluhan para pelaku di industri logistik dan transportasi barang di Indonesia, dengan menolak praktik monopoli yang dilakukan oknum BUMN di sektor logistik Tanah Air selama ini.

Sejumlah praktik monopoli kerap terulang melalui induk atau anak usaha BUMN meski putusan dan hukuman dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah dijatuhkan pada kasus-kasus yang telah terjadi sebelumnya. “Kami berharap pihak BUMN tidak lakukan monopoli lagi. Seperti Pelindo dan APL misalnya, kami harap anak perusahaan milik negara tersebut lebih fokus menjadi perusahaan penyedia infrastruktur,” kata Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi, di acara diskusi bertajuk Praktik Monopoli/Praktik Usaha Tidak Sehat di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Dampaknya Bagi Sektor Logistik dan Transportasi di Indonesia, Sheraton Bandara Hotel, Cengkareng, Banten, Senin (25/Juli).

Menurut Yukki, praktik monopoli yang terjadi selama ini dapat berpotensi memengaruhi iklim investasi dan performa logistik nasional maupun internasional. Pasalnya, lanjut Yukki, berdasarkan data LPI (Logistics Performance Index) tahun 2016 dari Bank Dunia, kinerja logistik Indonesia turun 10 poin dari posisi 53 di tahun 2014, saat ini di peringkat 63.

“Kami para pelaku industri dan asosiasi terkait perhubungan udara berharap kepada Kementerian BUMN sebagai pemegang saham dan Kementerian Perhubungan selaku regulator, serta KPPU dan Presiden RI atas nama kepentingan nasional, agar praktik monopoli seperti ini dapat dihindari dan tidak terulang di masa depan,” urai Yukki.

Yukki menambahkan, ALFI yang menaungi 3.612 perusahaan logistik nasional maupun internasional merasa khawatir dengan praktik usaha tidak sehat di BUMN selama ini, dan berupaya mencegah agar ke depannya tidak terulang kembali praktik monopoli yang akan mengorbankan kepentingan pemerintah sendiri yang tengah berupaya meningkatkan daya saing logistik Indonesia di kancah internasional.

Dampak negatif yang akan ditimbulkan dari praktik monopoli BUMN ini di antaranya menciptakan ekonomi biaya tinggi pada transportasi dan industri logistik Tanah Air, dampak pada aspek keselamatan dan keamanan dalam jasa pelayanan bandara, kerugian bisnis dikarenakan biaya ekspor menjadi tidak kompetitif, serta kemungkinan embargo dari maskapai penerbangan lantaran standar keselamatan dan keamanan jasa penerbangan BUMN yang tidak bisa diterima.

 

Editor: Antonius S
Foto: Pebri S

 

 

 



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix