Pembangunan 15 Kapal Kontainer Resmi Digarap 8 Perusahaan Galangan Kapal nasional

09 / 06 / 2016 - in News
15 Kapal Kontainer

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) akan membangun 15 unit kapal khusus kontainer. Proyek ini merupakan realisasi dari penetapan pemenang tender yang telah disetujui Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, melalui surat nomor PL.405/9/19 PHB. 2015 tanggal 17 Desember 2015.

Para pemenang tender dalam proyek pembangunan 15 unit kapal khusus kontainer tersebut berjumlah 8 perusahaan galangan kapal nasional. Yaitu PT Daya Radar Utama Lamongan (5 unit), PT Orela Shipyard Gresik (2 unit), PT Dumas Shipyard Surabaya (1 Unit), PT Janata Marina Indah Semarang (1 unit), PT Bandar Abadi Batam (1 unit), PT Mariana Bahagia Palembang (2 unit), PT KSO Dok Kodja Bahari-Krakatau Shipyard Banten (1 unit), dan PT Industri Kapal Indonesia Makassar (2 unit).

Hari Setyobudi selaku Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur, mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono, mengatakan bahwa nilai investasi untuk membiayai pembangunan 15 kapal kontainer berkapasitas 100 TEUs tersebut mencapai Rp 1,6 triliun.

“Dana yang digunakan mengambil dari APBN yang akan dialokasikan untuk membiayai seluruh pembangunan 15 kapal kontainer secara multi years,” kata Hari usai meresmikan keel laying (peletakan lunas/baja rangka kapal) 15 kapal kontainer di galangan kapal milik PT Daya Radar Utama beberapa waktu lalu di Lamongan, Jawa Timur.

Hari menambahkan bahwa penandatanganan kontrak yang telah dilaksanakan pada Desember 2015 lalu, Kementerian Perhubungan telah memberikan 15% dari total dana yang dibutuhkan tadi (Rp 1,6 triliun) sebagai uang muka. Untuk tahun ini sudah dialokasikan 38% dari total anggaran tersebut.

Proyek pembangunan 15 kapal kontainer ini, menurut Hari, akan diproyeksikan untuk melayani jalur Tol Laut dari pulau Jawa ke wilayah Timur Indonesia maupun sebaliknya. Meski demikian, lanjut Hari, tidak menutup kemungkinan ke-15 kapal tersebut nantinya akan dimanfaatkan juga untuk menalayani wilayah Indonesia bagian barat secara keseluruhan.

Sebagai operator yang akan menjalankan ke-15 kapal kontainer masih dalam pembahasan di Kementerian Perhubungan, termasuk soal skema pembiayaannya apakah full subsidi dari pemerintah atau menggunakan opsi lain.

“Selama ini memang untuk pengoperasian kapal-kapal negara ditugaskan kepada PT Pelni. Jadi untuk 15 kapal kontainer nantinya juga bisa diserahkan ke PT Pelni, tergantung nanti hasil pembahasannya (di Kementerian Perhubungan-red.),” kata Hari.
Editor: Antonius S



Sponsors

indonesia auto show 2017 - TruckMagz