Pelanggar Over Dimensi Bisa Diancam Kurungan Satu Tahun

23 / 07 / 2018 - in Berita

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberi kelonggaran kepada para pelanggar aturan truk over dimensi saat penindakan pada 1 Agustus mendatang. Bentuk kelonggaran yang dimaksud pelanggar akan diberi toleransi untuk memotong sendiri bagian karoseri yang melebihi ketentuan.

Selanjutnya saat pemeriksaan, sopir hanya akan diberi surat peringatan serta kendaraannya akan diberi tanda atas pelanggaran over dimensi. Sebulan kemudian, jika pemilik truk belum juga memangkas panjang kendaraannya sesuai aturan yang berlaku, maka petugas akan langsung menahan kendaraan kemudian diajukan ke pengadilan.

Berkas yang diajukan tidak hanya menyasar pemilik truk tetepi juga perusahaan karoseri. “Beberapa perusahaan karoseri kedapatan melanggar saat ini masih pada tahap penyidikan. Mudah-mudahan berkas dalam waktu dekat sudah bisa maju ke pengadilan. Ancamannya hukuman kurung  selama satu tahun atau denda mencapai Rp 24 juta,” kata Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub.

Catatan Ditjen Perhubungan Darat, selama periode 19 April-30 Mei telah terjadi pelanggaran angkutan barang sebanyak 19.661 atau 49,45 persen dari total kendaraan yang melewati jembatan timbang. Pelanggaran terbesar adalah muatan berlebih sebesar 54,45 persen, over dimensi 0,06 persen, dokumen tidak lengkap 39,63 persen, dan persyaratan teknis sebanyak 5,86 persen.

Berdasarkan temuan Ditjen Hubdat, pelanggaran over dimensi paling banyak terjadi di Lampung, Palembang, dan Jambi. “Saya tidak tahu kenapa bisa jadi demikian. Mungkin karena rute mereka diambil jauh-jauh. Seperti dari Jambi ke Jakarta, sehingga mereka terpaksa harus menambah dimensi karoseri agar bisa dimuat banyak,” kata Budi.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Ditjen Hubdat



Related Articles

Sponsors

 

logo-chinatrucks300 327pix