Perawatan Mobile Crane

02 / 12 / 2016 - in Ask The Expert
Mobile Crane

Kendaraan kontruksi diciptakan semakin aman dan berfungsi maksimal. Sebagian besar kalangan industri modern memilih menggunakan mobile crane untuk memindahkan barang-barang di area terbatas. Selain itu, dalam segi perawatan juga lebih mudah dibanding crane besar yang biasa ada di area kontruksi. Menurut Head of Maintenance Department PT Hume Sakti Indonesia Yuslik, mobile crane adalah crane yang berada di atas truk sehingga pergerakannya lebih bebas dan dapat langsung dibawa ke lokasi kerja tanpa harus menggunakan trailer pengangkut. Saat bekerja, mobile crane merenggangkan kaki guna menjaga kendaraan tetap seimbang.

Pemeliharaan praktis mobile crane dibagi menjadi dua, yaitu perawatan rutin dan periodik. Yuslik menjelaskan,
pemeriksaan rutin yaitu perawatan dengan interval setiap hari sampai bulanan. Inspeksi ini biasanya dilakukan pada awal setiap shift oleh operator dengan berjalan di sekitar crane mencari masalah yang bisa dilihat langsung dengan mata. Karena komponen memiliki pengaruh langsung pada keselamatan crane dan statusnya dapat berubah dari hari ke hari, pemeriksaan harian wajib dilakukan. “Saat truk crane digunakan, amati setiap kemungkinan kerusakan yang muncul sehingga kecelakaan kerja bisa dicegah sedini mungkin,” katanya.

Guna menentukan kapan crane aman untuk beroperasi, inspeksi harian harus dilakukan pada awal setiap shift yang mencakup:
1. Periksa seluruh komponen yang bergerak. Pastikan fungsi hidrolis dan kinerja lainnya normal.
2. Periksa secara visual setiap komponen dari crane yang digunakan dalam fungsi mengangkat, mengayun, atau
menurunkan beban.
3. Periksa semua wiring yang menghubungkan perangkat.
4. Periksa rotasi bebas dalam semua keadaan.
5. Periksa secara visual boom atau jib dalam hal sudut tegak lurusnya. “Biasanya tampak seperti retak atau
bengkok. Jika menemukan korosi, perhatikan dengan seksama itu sekadar retak atau cat yang mengelupas. Bisa juga ini indikasi crane yang sudah dipakai lama. Jangan mencoba untuk meluruskan komponen crane dengan memalu atau memanaskan. Suku cadang yang rusak harus diganti karena hal itu terikat prosedur dan persetujuan pabrikan,” katanya.
6. Periksa kondisi ban dan tekanan angin yang tepat.
7. Periksa derek secara visual dari kebocoran perangkat pendukung hidrolik.
8. Periksa secara visual bahwa mesin dan perangkat mendapat pelumasan yang tepat. Periksa juga bahan bakar, oli, coolant, dan cairan di bak reservoir, semua selalu dalam jumlah yang tepat.
9. Periksa bahwa crane dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran yang berfungsi dan operator memahami cara penggunaannya.
10. Periksa konektor-konektor yang ada dari retak las, baut longgar atau hilang.
11. Ketika memeriksa outrigger (kaki penyangga) pastikan bahwa tidak ada bagian yang terdistorsi. Periksa juga
mekanismenya tidak terhambat dan lancar.
12. Periksa semua rem dan kopling.
13. Selalu periksa boom dan alat bantu operator lain, seperti perangkat anti-two block (ATB) dan load moment indicator (LMI).
14. Saat mesin berjalan, periksa panel indikator dan lampu peringatan.
15. Periksa setiap kaca dari retak atau sesuatu yang dapat memengaruhi pandangan operator.

Inspeksi kedua bersifat periodik yang bisa dilakukan untuk interval perawatan secara periodikal dari sebulan sampai 12 bulan. Prosedur ini ditujukan untuk mengetahui perlunya perbaikan atau penggantian komponen serta menjaga mesin dalam kondisi operasional yang baik. “Sebenarnya beberapa item sudah masuk dalam inspeksi harian namun tidak terbatas pada kerusakan struktural, kelebihan beban, hidrolik atau seal yang bocor,” ujar Yuslik.

Apa saja pemeriksaan yang harus dilakukan dalam interval perawatan periodik 1 hingga 12 bulan? Selengkapnya pada rubrik Tips & Trik di majalah digital Truckmagz edisi Agustus 2016, halaman 76. ( https://www.getscoop.com/id/majalah/truck-magz/ed-26-aug-2016 )

 

Teks: Sigit
Editor: Antonius
Foto: Giovanni



Related Articles

Sponsors

GIIAS Medan Auto Show