Periksa Keseimbangan Body Karoseri Untuk Keamanan Kendaraan

09 / 02 / 2017 - in Ask The Expert
IMG_0020 e

Pemasangan body karoseri pada truk memiliki banyak cara dan tergantung Standar Operasional Prosedur (SOP) dari ATPM. Setiap ATPM memiliki standar yang wajib dikuti oleh karoseri. Faktor keseimbangan body menjadi salah satu hal yang kadang dikorban oleh kustomer demi mendapatkan muatan yang lebih menguntungkan. “Pihak kustomer meminta spek produk yang bisa memuat lebih banyak. Kami memahami bisnis mereka dan ada SOP dari pabrikan untuk diikuti agar memuat lebih efisien dan aman” jelas Masat Zakariyah, Branch Head Indomobil Prima Niaga Hino Jemursari Surabaya.

Eko Siswanto, Supervisor Produksi Master Karoseri. juga memberikan pernyataan yang mendukung mengenai keseimbangan body karoseri harus selalu menjadi pertimbangan utama. “Kami dari pihak karoseri selalu memegang SOP yang diberikan oleh pabrikan. Perbedaan perlakukan terhadap setiap jenis kendaraan dan merek tidak membuat kami mengorbankan faktor keamanan. Kadang ada customer yang meminta pesanan khusus.” terangnya.

Eko menjelaskan kepada kustomer bahwa pesanan khusus pada kendaraan akan mempengaruhi faktor keamanan itu sendiri. Pihak karoseri juga melakukan perhitungan matang untuk membuat body karoseri yang seimbang, aman dan sesuai dengan permintaan kustomer. Eko memberikan beberapa tips untuk melihat proporsional body karoseri.

Pertama parkir di area yang datar dan cukup luas untuk melihat sekitar kendaraan. Hindari permukaan tanah yang tidak stabil atau kemungkinan miring saat mendapat beban berat. “Perhatikan sekeliling kendaraan. Jika dilihat dari samping kendaraan tampak tidak stabil. Periksa kondisi semua angin pada ban. Jika ada kurang, tambahkan angin dengan pedoman pada buku manual “ kata Eko.

Kedua, perhatikan titik-titik penguatan body karoseri pada sasis truk. Periksa kekencangan baut bracket atau U-Bolt. Periksa juga kabel atau selang yang melewati sasis, pastikan tidak ada yang kabel yang terjepit atau terkelupas. “Periksa juga selang dari kebocoran. Pada kendaraan dengan full air brake system jika terjadi kebocoran, truk akan lock, tidak bisa digerakan. Berbeda dengan kendaran semi air brake system, jika ada kebocoran, rem bisa tidak fungsi.” jelas Masat.

Ketiga, aktifkan semua fungsi yang ada dari karoseri. Uji fungsi perangkat yang menempel pada kendaraan, mulai dari mekanik hingga kelistrikan. Jika ditemukan malfungsi, segera hentikan proses uji coba, posisikan kembali dalam keadaan normal dan hubungi karoseri. Jika kerusakan tidak parah, biasanya karoseri akan menghubungi via telpon untuk memberikan instruksi kepada mekanik yang menangani.

Baik pihak ATPM atau karoseri mengingatkan untuk menggunakan produk sesuai SOP pabrikan demi keselamatan dan keamanan. Jika kustomer menginginkan modifikasi atau spek khusus pertimbangkan alasan keselamatan sopir dan muatan. Karena kecelakaan di jalan bisa merugikan semua pihak.

IMG_9943 e
Eko Siswanto, Supervisor Produksi Master Karoseri

 

Teks : Sigit A

Foto : Giovanni V



Sponsors

TruckMagz Konstruksi Indonesia

TruckMagz Transport, Logistics & Maritime

GIIAS TruckMagz 2017