Program Tol Laut Semestinya Dapat Turunkan Biaya Logistik

25 / 01 / 2016 - in News

Program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap beberapa kalangan harus dapat memberikan kontribusi untuk menurunkan biaya logistik di Tanah Air. Menurut Ir. Bambang Prihartono, MSCE. selaku Direktur Transportasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, konsep Tol Laut yang dimulai sejak 2015 ini semestinya dapat dijadikan parameter penurunan biaya logistik di Indonesia.

“Salah satu indikator untuk mengukur program tol laut berdampak positif atau tidak adalah dengan melihat penurunan biaya logistik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kita. Secara makro, pemerintah memang sudah menargetkan penurunan biaya logistik dari 27 persen jadi 20 persen terhadap PDB,” jelas Bambang.

Memang secara makro, lanjut Bambang, penurunan biaya logistik sudah terjadi namun inputnya bisa berdasarkan dari banyak faktor. Seperti dari pembangunan pelabuhan, kapal besar, subsidi dan kebijakan, rute terjadwal, dan bagaimana barang yang diantar dapat sampai ke tujuan dengan pelayaran rakyat.

Namun di mata Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), indikator keberhasilan program tol laut adalah dengan turunnya harga sembilan bahan pokok (sembako) dan barang konsumsi lainnya di wilayah yang dilalui tol laut.

“Seperti tol laut itu semestinya bukan hanya sebagai solusi untuk transportasi, tetapi juga harus dapat menjadi solusi rantai pasok untuk menurunkan biaya logistik. Sehingga harga kebutuhan pokok di kawasan Indonesia Timur dapat turun, dan otomatis inflasi di daerah tersebut juga akan turun,” ungkap Zaldy Ilham Masita, Ketua ALI di Jakarta, Minggu (24/1/2016).

Teks : Antonius S

Sumber Foto Antara



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix