SCI: Pemerintah Perlu Rombak Kinerja Logistik

07 / 09 / 2017 - in News
Kinerja Logistik

Peningkatan kinerja logistik nasional yang diikuti dengan daya saing penyedia jasa logistik lokal, diyakini dapat menurunkan biaya logistik. Saat ini biaya logistik Indonesia masih tinggi yakni 24% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dimana struktur harga barang ritel saat ini 40% nya merupakan biaya logistik.

Menurut Konsultan Senior Supply Chain Indonesia (SCI) Zaroni, langkah strategis untuk mengatasi kondisi tersebut dengan melakukan perombakan besar-besaran secara terstruktur yang dimotori oleh pemerintah.

“Dibutuhkan inovasi layanan solusi logistik dan supply chain, penerapan dan pengembangan ICT (Information Communication Technology) terintergrasi. Penyediaan dan perbaikan kualitas infrastruktur logistik seperti jalan, pelabuhan, rel kereta api, stasiun, terminal, teknologi telekomunikasi dan meningkatkan konektivitas desa-kota, pusat dan hubungan logistik domestik dan internasional,” papar Zaroni dalam sebuah diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, menurut Zaroni, melakukan perbaikan sistem dan prosedur birokrasi pemerintah mulai dari proses perizinan, pengawasan dan pembinaan, customs, perpajakan, perbankan, serta pasar modal. Perbaikan tersebut diyakini memungkinkan perusahaan penyedia jasa logistik nasional mampu bersaing dengan penyedia jasa logistik asing, serta mendorong agar penyedia jasa logistik lokal go to global market.

Terakhir, melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan organisasi perusahaan penyedia jasa logistik nasional melalui pengajaran dan riset keilmuan logistik dan supply chain management.

“Pendidikan vokasi logistik dan sertifikasi perlu menjadi perhatian pemerintah untuk membangun kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia dan organisasi sebagai “inti daya saing” perusahaan penyedia jasa logistik nasional,” kata Zaroni.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Ilustrasi: Giovanni



Related Articles

Sponsors

GIIAS Medan Auto Show