TMDI Optimis Penjualan CV Tata Motor Meningkat di 2017-2018

10 / 02 / 2017 - in Berita

Memasuki awal 2017, PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) optimis kondisi penjualan commercial vehicle (CV) besutannya akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Keyakinan TMDI ini dipicu dengan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia, serta bangkitnya harga sejumlah komoditi tambang di pasaran dunia serta peningkatan produktivitas di sektor perkebunan.

Marketing Manager Commercial Vehicles TMDI Wilda Bachtiar mengatakan, kondisi ekonomi sangat mempengaruhi penjualan kendaraan komersial. Melemahnya ekonomi Indonesia beberapa tahun terakhir berimbas pada penjualan produk Tata Motor. Menurut Wilda, beberapa sektor yang selama ini mempengaruhi penjualan kendaraan komersial adalah sektor tambang, IT dan komunikasi dan konstruksi. Selain itu naik turunnya industri ritel, agricultur, perhutanan dan perikanan juga memberikan pengaruh pada penjualan.

”Tren beberapa tahun ini sejak 2011 memang menurun. Namun, ada titik cerah karena ada beberapa sektor yang saat ini mulai beranjak naik di akhir semester dua, diantaranya: pertambangan batu bara membaik, perkebunan juga memegang peranan penting karena 30-40% penjualan di luar jawa itu untuk menunjang dua sektor ini,” kata Wilda.

Wilda melihat untuk pasar kendaraan komersial pada 2017-2018 akan ada peningkatan yang cukup signifikan bagi Tata Motors. Hal ini disebabkan oleh peningkatan Gross Domestic Bruto (GDP) dunia mulai meningkat dan akan disusul oleh GDP Indonesia. ”Harga komoditas juga sudah mulai meningkat di beberapa bulan nanti. Ini akan berimbas ke daya beli. Projek infrastruktur tahun 2016 sudah mulai disetujui dan 2017 ini mereka akan mulai berinvestasi kendaraan,” ujarnya.

Terkait persaingan penjualan kendaraan komersial di tengah melemahnya kondisi ekonomi Indonesia, Wilda menuturkan bila TMDI akan berupaya untuk membuat harga kendaraan komersial Tata Motor tetap stabil. TMDI menyadari bila harga kendaraan akan sangat berpengaruh terhadap daya beli. Selain itu, di Indonesia Tata Motor masih merupakan pemain baru.

Wilda memaparkan, TMDI ingin masuk di semua segmen karena memiliki unit-unit andalah di semua segmen tersebut. Namun, upaya tersebut baru akan dilakukan ketika produk-produk Tata Motor telah diterima secara luas oleh pasar. Menurutnya, Tata Motor mulai masuk di persaingan kendaraan komersial dengan menawarkan pickup dimana pasar untuk kendaraan di bawah tiga ton memiliki pangsa pasar yang cukup besar dan juga cukup tahan dengan kondisi ekonomi dibandingkan kendaraan komersial di atas 24 ton.

Menurut pria berkacamata ini, TMDI ingin masuk ke semua segmen namun hal itu tidak dapat dilakukan meski pihaknya punya produk bagus di seluruh segmen tersebut. “Kalau sudah diterima di pasar, kami baru memasukkan produk. Kami memulai penjualan di segmen pickup (di bawah tiga ton) karena segmen kendaraan kecil paling banyak pangsa pasarnya. Tahun lalu, kami mulai memperkenalkan Tata Ultra dan Tata Prima. Kalau persiapan dan study kami sudah selesai baru kami akan keluarkan satu per satu.” ungkapnya.

”Dengan produk kami yang cukup komplit membuat kami bisa bermain cukup lincah ketika kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Segmen-segmen yang paling cepat terimbas adalah di segmen yang besar. Segmen tersebut akan langsung terimbas di tahun itu juga ketika ekonomi melemah, sedangkan untuk segmen kecil di bawah 3 ton, masih ada delay selama dua tahun sebelum benar-benar terimbas,” jelas Wilda.

 

Teks: Citra
Editor: Antonius
Foto: Citra

 

 

 

 



Related Articles

Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix