OtoBus

Tren Double Decker di Segmen Bus Pariwisata Indonesia

25 / 02 / 2018 - in Berita

Tren bisnis transportasi menggunakan bus double decker tidak hanya monopoli segmen bus malam, tetapi kini juga mulai merambah ke segmen bisnis penyewaaan bus pariwisata. Beberapa perusahaan otobus (PO) menyediakan unit bus double decker untuk disewa masyarakat, salah satunya adalah PO Pandawa 87 di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

PO Pandawa 87 baru saja meresmikan pengoperasian satu unit bus double decker Mercedes-Benz OC 500 RF 2542. Bus kelir cokelat dengan gambar tokoh pewayangan ini dibangun di Karoseri Adi Putro. Ini bukan bus pertama yang dimiliki operator bus ini dengan sasis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542. Karena sebelumnya, PO ini sudah mengoperasikan bus mewah Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 6×2 namun dengan tipe single decker tiga axle dengan panjang bodi 13,5 meter, ditenagai mesin diesel OM457LA enam silinder segaris berteknologi injeksi langsung turbocharge dan intercooler dengan transmisi 12 percepatan maju otomatis.

Sebagai informasi, mesin OM457LA Euro 3 pada Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 merupakan tipe mesin bus double decker paling bertenaga. Karena mampu menyemburkan tenaga maksimum hingga 422 tenaga kuda pada putaran mesin 1.900 rpm, dengan torsi puncak 1.900 Nm di putaran rendah dengan konsumsi bahan bakar yang efisien. Selain kedua bus mewah tersebut, PO Pandawa 87 juga mengoperasikan bus premium lainnya berbasis Scania K410 IB 6×2 tiga axle single decker dengan panjang kabin 13,5 meter.

Double Decker

Evolusi di Industri Karoseri

Geliat tren bus double decker secara otomatis memengaruhi industri karoseri di Indonesia. Sejumlah industri karoseri tercatat memiliki kemampuan engineering untuk memproduksi bodi bus double decker yang dibangun di atas sasis tipe tertentu dengan peruntukan menjadi bus model bertingkat ini.

Beberapa di antaranya adalah Karoseri Adi Putro di Malang yang memproduksi bus double decker untuk sejumlah PO operator bus malam di Pulau Jawa dan Sumatera, lalu Karoseri New Armada Magelang dan Karoseri Nusantara Gemilang di Kudus, Jawa Tengah, yang merakit bus double decker pesanan Transjakarta dan perusahaan swasta dalam rangka program CSR di DKI Jakarta.

Industri karoseri lain yang sukses memproduksi bus double decker adalah Karoseri Rahayu Santosa di Nanggewer, Bogor. Salah satu pelanggannya yang sudah memesan pembuatan bus SDD adalah PT Pelita Paradep selaku operator PO Paradep Trans. Model bus SDD yang diproduksi adalah Jetliner Double Deck yang memang khusus diperuntukkan buat sasis bus dengan gross vehicle weight (GVW) 24 ton. Model ini bisa dipasang pada sasis SDD seperti Mercedes-Benz OC 500RF 2542 atau sasis Scania K410. Sementara bus SDD pesanan PO Paradep Trans yang sudah di-deliver menggunakan sasis dari Mercedes-Benz OC 500RF 2542.

Bus ini memiliki panjang total 13,5 meter berkapasitas angkut penumpang 59 orang. Kabinnya dirancang mewah dengan 3 unit TV LCD. Begitu juga interior kabinnya yang bernuansa abu-abu. Nuansa fushia hadir di bagian dasbor, jok dan karpetnya. Bus ini dilengkapi penahan ranting untuk meminimalisir kaca atas terkena ranting-ranting pohon saat bus berjalan. PO Paradep Trans mengoperasikan bus ini di trayek Medan-Pematang Siantar dan Bandara Kualanamu-Siantar.

Industri-industri karoseri tersebut mampu merakit bus double decker dan tentu saja tetap mengacu pada supervisi yang diberikan oleh pihak prinsipal atau pabrikan, dalam hal ini dilakukan oleh distributor tunggal atau agen pemegang merek bus tersebut. Mercedes-Benz misalnya, memberlakukan ketentuan ketat untuk pembuatan bodi atas berbagai tipe sasis busnya yang dipasarkan di Indonesia untuk menjaga aspek keselamatan dan kenyaman.

Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Sommy Lumadjeng berpendapat, maraknya industri karoseri bus Tanah Air memproduksi bus double decker menunjukkan adanya evolusi di industri ini. “Bus mengalami evolusi. Ini menunjukkan bawah bus bisa tampil modis juga. Bus saat ini ada dua model yang lagi ngetren, yakni bus single decker dengan kaca depan tipe double glass, dan bus double decker. Ini dua model yang berbeda. Bus double glass sebenarnya bus biasa tapi dibuat high deck. Lantainya dibuat tinggi. Kabin menjadi lebih luas, ruang bagasi lebih besar dan bisa membawa koper banyak. Bus juga bisa mengangkut sepeda motor,” kata Sommy Lumadjeng, beberapa waktu lalu.

Sommy menilai, meski kini mulai menjadi tren angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), namun bus double decker di Indonesia ruang geraknya masih terbatas. “Di luar negeri bus ini biasa dipakai untuk perjalanan jarak jauh, tapi di Indonesia rute jarak jauh naik bus double decker masih sangat terbatas,” ujarnya. Menurut Sommy, kondisi ini karena pada rute tertentu ketinggian bus yang mencapai 4,2 meter itu tidak bisa diakomodir oleh halang rintang di jalan raya, misalnya batang-batang pohon. “Kami pernah berbicara dengan Dinas Pertamanan, bus bisa hancur kena pohon. Padahal regulasi di Indonesia, tinggi maksimal bus ditetapkan 4,2 meter dan itu masih bisa diakomodir oleh bus double decker,” kata Sommy.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz

 



Related Articles

Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix